Ulama Aceh Minta Dana Otsus Tak Miliki Batas Waktu

Presiden Jokowi saat bertemu ulama Aceh di Hermes Palace, Banda Aceh, Jumat (14/12/2018)

ACEHTREND.COM, Banda Aceh- Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo, Jumat (14/12/2018) yang bertemu dengan seratusan ulama Aceh di ball room Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, mendapatkan tiga aspirasi dari para cendekia Islam di Tanah Rencong.

Waled Nuruzzahri Yahya atau akrab disapa waled Nu, salah seorang ulama kharismatik di Serambi Mekkah, di hadapan Presiden RI membacakan tiga hal yang menjadi fokus mereka demi mengejar ketertinggalan Aceh.

Pertama, mewaliki sejawatnya, Waled Nu membacakan tuntutan soal Dana Otsus yang akan berakhir pada 2027, sedangkan masyarakat Aceh masih banyak yang belum sejahtera dan infrastruktur belum tuntas sampai saat ini. Ekonomi Aceh yang masih bergantung pada Sumatera Utara.

“Untuk membangun atau mengembangkan infrastruktur di Aceh masih membutuhkan dana yang sangat besar. Oleh sebab itu kami sangat berharap Bapak Presiden Yang Terhormat agar Dana Otsus Aceh berlaku selama-lamanya,” ujar Waled Nu.

Hal kedua adalah amanah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh, yang mengamanahkan negara hadir di lembaga pendidikan Islam (dayah/pesantren). Saat ini negara sudah hadir mengurusi lembaga yang mencetak ulama-ulama di seluruh Indonesia, bersamaan dengan kondisi tersebut, Pemerintah Indonesia sedang menggodok RUU Pesantren.

“Ulama di Aceh sangat mendukung RUU tersebut untuk segera disahkan sebagai Undang-Undang, agar pondok pesantren atau dayah memiliki kementerian tersendiri. Semoga setelah pulang dari Aceh, agenda berikutnya Bapak Presiden adalah menandatangani RUU tersebut,” ujar Waled.

Dalam kesempatan itu, Waled Nu juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI , karena pada periode pertama Presiden Jokowi, Hari Santri ditetapkan sebagai hari besar Nasional. “Tapi karena belum adanya Kementerian Pesantren, peringatan Hari Santri masih kami lakukan sendiri. Kami berharap pada peringatan Hari Santri tahun depan, Indonesia telah memiliki Kementerian Pesantren,” kata Waled.

Dalam Pertemuan yang berlangsung penuh dengan suasana keakraban itu, Presiden Jokowi mengatakan sangat senang memiliki kesempatan untuk bersilaturrahmi dengan para ulama Aceh.

Presiden Jokowi berjanji akan memperhatikan RUU Pondok Pesantren dan pendidikan keagamaan. Ia mengatakan jumlah pesantren di Indonesia sudah sangat banyak, untuk itu saya merasa bahwa UU itu sangat penting adanya sekarang, untuk membantu pesantren, para ulama dan santrinya.

Selain itu, tambah Presiden, Pemerintah Juga akan membangun Bank Waqaf Mikro dengan bunga hanya 3 %, dan Balai Latihan Kerja (BlK) di Lingkungan pesantren, lengkap dengan gedung dan peralatannya.

Hadir pada pertemuan itu Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT, Waled Nu Samalanga, Abu Madinah, Abi Lampisang, Tgk Boyhaqi Panton, Aby Zahrul MUDI, Abu Ishak Lamkawe, Tgk Fachruddin Lahmuddin, Abiya Anwar Kuta Krueng dan sejumlah Ulama Aceh lainnya.