Ternyata Tsunami Selat Sunda Pernah Diprediksi, Begini Penjelasan Ahli Geologi Aceh

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Tsunami Selat Sunda yang menerjang Banteng dan Lampung diduga dipicu oleh longsoran bawah laut disebut sudah pernah diprediksi.

Hal itu disampaikan Ibnu Rusydy, ahli geologi yang tergabung dalam Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI).

Melalui websitenya, Ibnu Rusydy menyebut nama Thomas Giachetti, peneliti dari Clermont Universite, Universite´ Blaise Pascal Prancis sebagai yang sudah pernah memprediski tsunami yang disebabkan runtuhnya Gunung Api Anak Krakatau, tahun 2012.

Bersama rekannya dia melakuan permodelan prediksi tsunami melakukan permodelan tsunami akibat runtuhnya lereng Baratdaya Anak Krakatau dan memprediksi kawasan-kawasan terdampak.

Gunung Api Anak Krakatau dikelilingi oleh pulau Rakata, Sertung, dan pulau Panjang.

Giachetti bersama kawan-kawan menggunakan kode numerik VolcFlow untuk memodelkan keruntuhan lereng Baratdaya Anak Krakatau dan proses penjalaran gelombang tsunami yang akan menerjang kota-kota di Banten dan Lampung.

Mereka juga mencatat bawah pada Oktober 1981, tsunami kecil pernah tercatat terjadi di Rakata pada awal-awal perbentukan gunung api Anak Krakatau.

Mengapa Sisi Baratdaya Anak Krakatau?

Mungkin terbisik dipikiran kita, mengapa mereka sudah memperkirakan sisi Baratdaya Anak Krakatau tidak stabil?

Dasarnya tidak lain adalah bentuk batrimetri sisi Baratdaya gunung api Anak Krakatau yang sangat curam. Kecuraman sisi Baratdaya Anak Krakatau karena terdapat Kaldera Gunung Api Krakatau hasil letusan 26 Agustus 1883.

Pada gambar di atas dapat dilihat seperti apa kondisi bawah laut sisi Baratdaya Anak Krakatau (gambar a). Curamnya sisi Baratdaya, sehingga sangat labil dan rentan terhadap terjadinya longsoran bawah laut yang memicu tsunami.

Model Prediksi Tsunami Selat Sunda

Apabila sisi Barat daya tersebut longsor, menyisakan bentuk Gunung Api Anak Krakatau seperti gambar c di atas, maka tsunami yang akan terjadi seperti gambar di bawah ini.

Mungkin saja ketinggian dan waktu tibanya gelombang tsunami antara yang diprediksi oleh Giachetti dan kawan-kawan sedikit berbeda dengan kejadian Tsunami Selat Sunda 2018.

Namun, para peneliti tersebut sudah pernah mengingatkan kita bahwa di sana ada potensi bencana tsunami dan beberapa kota berada dalam ancaman tsunami tersebut.

KOMENTAR FACEBOOK