Beredar Pesan Berantai tentang Fenomena Tak Terduga, Diskominfo: Yang Berhak Terbitkan Peringatan Dini BMKG

Pesan berantai yang beredar di Whatsapp

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Dalam beberapa hari ini beredar pesan berantai di aplikasi Whatsapp yang mengabarkan tentang adanya fenomena tak terduga sejak 20 Desember 2018 hingga awal Januari 2019.

Pesan yang mengatasnamakan Dinas Kominfo Banda Aceh dan Aceh Besar tersebut berisi imbauan agar warga Banda Aceh dan Aceh Besar mempersiapkan segala dokumen penting di dalam satu tas. Menyiapkan bahan bakar kendaraan dalam kondisi penuh, agar saat terjadi bencana sudah siaga.

Selain itu, pesan berantai tersebut juga berisi informasi yang mengatakan dalam beberapa hari ini tidak ada gerhana atau supermoon maupun sejenisnya, tetapi bulan terlihat besar dan terang. Kondisi ini menyebabkan terjadinya pasang surut gelombang air laut yang tidak menentu kapan terjadinya secara persis, hari, waktu, dan di mana.

Menanggapi informasi tersebut, Dinas Kominfo Aceh dan Badan Pelaksana Penanggulangan Bencana Aceh menyatakan bila pihaknya tidak pernah mengeluarkan imbauan seperti di atas.

Mereka menyatakan, yang berhak mengeluarkan informasi terkait peringatan dini adalah Badan Klimatologi Meteorologi Klimatatologi dan Geofisika (BMKG).

Berikut pernyataan yang disampaikan Kalak BPBA dan Kadis Kominfo Aceh berdasarkan konfirmasi mengenai pesan berantai di atas oleh aceHTrend kepada staf Diskominfo Banda Aceh, Mahdani, Rabu (26/12/2018):

Yth
Semua masyarakat di Aceh,
Sehubungan dengan beredarnya berita di medsos bahwa mulai tanggal 20 Desember 2018 hingga awal bulan 1 (Januari) akan ada fenomena yang tidak terduga khususnya pada daerah yang dekat dengan pantai, yang mengatasnamakan #KOMINFO BANDA ACEH DAN ACEH BESAR# kami Kalak BPBA dan Kadis Kominfo Aceh menyatakan bahwa berita tersebut tidak benar, dan sudah kami konfirmasi dengan Kominfo Banda Aceh dan Aceh Besar bahwa berita tersebut tidak pernah mereka keluarkan.

Dalam sistem penanggulangan bencana di Indonesia, yang berhak menerbitkan peringatan dini adalah BMKG. Masyarakat wajib belajar dan mengetahui bencana yang ada di sekelilingnya dan cara pengurangan risikonya dan BPBA bertanggung jawab untuk menyosialisasikan Pengurangan Risiko Bencana

Kalak BPBA (Teuku Ahmad Dadek) dan Kadis Kominfo Aceh (Marwan Nusuf)

Terlepas dari kebenaran informasi di atas, masyarakat selalu diingatkan untuk memiliki Tas Siaga Bencana, yaitu tas khusus yang dipersiapkan untuk berjaga-jaga bila terjadi bencana alam.

Tas Siaga Bencana ini berisi dokumen penting, kebutuhan sandang untuk jangka waktu tiga hari, makanan ringan tahan lama, kotak P3K, dan air minum.

Sebagai masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana sudah semestinya kita selalu sigap menghadapi bencana. Kalak BPBA Aceh Teuku Ahmad Dadek dalam sebuah seminar kebencanaan pernah mengatakan, bencana tidak bisa ditahan tetapi dampak risikonya bisa dikurangi.[]

KOMENTAR FACEBOOK