Ke Aceh, Prabowo Merasa Pulang ke Rumah Sendiri

Prabowo Subianto @aceHTrend/Taufan Mustafa

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Calon presiden nomor urut dua Prabowo Subianto mengatakan bila dirinya mengerti dan sering membaca sejarah Aceh. Hal itu membuatnya punya perasaan khusus untuk Aceh. Bahkan kata Prabowo, hubungannya dengan Aceh telah dimulai sejak ayahnya dianggap anak oleh Daud Beureueh di masa lalu

“Setiap kali ke Aceh saya merasa seperti pulang ke rumah sendiri berjumpa dengan saudara sendiri, saya punya perasaan kusus terhadap Aceh, karena orang tua saya Sumitro Hadikusumo merasa sangat dekat dengan rakyat Aceh terutama pimpinan Aceh pada saat itu. Beliau selalu bilang bahwa seperti dianggap anak sendiri oleh tokoh perjuangan Aceh kala itu Tgk Daud Beureueh,” kata Prabowo dalam sambutannya di peringatan 14 tahun tsunami Aceh yang digelar di TPI Lampulo, Rabu (26/12/2018).

Menurut cerita Prabowo, ayahnya merasa sangat bangga karena dianggap anak sendiri oleh Daud Beureueh yang merupakan pimpinan Aceh. Sewaktu proklamasi kemerdekaan Indonesia di Jakarta, Daod Beureueh menjadi salah satu yang pertama menyatakan bergabung dengan NKRI.

“Ayah saya setiap pulang dari Aceh selalu menceritakan tentang Aceh dan dianggap sebagai anak oleh tokoh Aceh, ayahanda juga dosen terbang yang hampir setiap bulan berada di Aceh, untuk mengajar dan membantu pendirian Fakultas Ekonomi Unsyiah,” katanya.

Prabowo menambahkan, Daud Beureueh juga mengumpulkan bantuan dari rakyat Aceh, emak-emak Aceh, mengumpulkan emas, gelang, dan batu batu berharga dikumpulkan untuk membeli pesawat terbang pertama untuk Republik Indonesia, itu merupakan sumbangan rakyat Aceh.

“Pesawat tersebut merupakan cikal bakal, tidak hanya pesawat Garuda, tapi bagi angkatan udara Republik Indonesia, dengan pesawat itu, tokoh Indonesia bisa berangkat ke mana pun melanggar blokade Belanda dan membawa obat-obatan ke tempat yang susah, karena itu Aceh diberi kehormatan sebagai daerah istimewa,” katanya.

“Perjuangan rakyat Aceh dan sejarah Aceh yang begitu gemilang, demikian membanggakan kita semua, bahwa rakyat Aceh tidak pernah menyerah pada penjajah,” katanya.

Ia mengaku hobi mempelajari sejarah Aceh, sehingga ia mengaku cukup mengerti dengan sejarah Aceh, yang memiliki kejayaan yang sangat gemilang dan disegani oleh dunia pada masa itu.

“Saya sangat mengerti sejarah Aceh, saya hobi mempelajari sejarah Aceh, Aceh pernah memiliki kejayaan yang gemilang, punya armada ribuan kapal, dan disegani seluruh dunia, karena itu Aceh harus bangkit, mudah-mudahan bisa membangkitkan Indonesia,” katanya.

Amatan aceHTrend sejumlah tokoh politik terlihat hadir di lokasi, yaitu Muzakir Manaf, T A Khalid, Nasir Djamil, Iskandar Alfarlaky, Ghufran Zainal, Farhan Hamid, Azhari Cage, dan Saifuddin Yahya.[]

Editor : Ihan Nurdin