Banda Aceh & Higashimatsushima Komit Lanjutkan Sister City

Sama-sama pernah dihumbalang tsunami.

ACEHTREND.COM,Banda Aceh- Pemerintah Kota Banda Aceh dan Pemerintah Kota Higashimatsushima terus berkomitmen melanjutkan kerjasama sister city untuk membangun kedua kota menjadi lebih baik dari sebelumnya pasca musibah gempa dan tsunami.

Banda Aceh merupakan kota yang terdampak dari gempa dan tsunami tahun 2004, sementara pada tahun 2007 Jepang , termasuk kota Hisgashimatsushima juga dihantam bencana serupa.

Kedua kota ini kemudian membangun sebuah kerjasama kota kembar dan saling bergandengan untuk kembali bangkit dari keterpurukan.

Hal ini disampaikan Sekdakota Banda Aceh Bahagia Dipl saat membuka Seminar Internasional CoMU Project, Rabu (26/12/2018) di Aula Lantai IV, Gedung Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh.

Seminar ini dihadiri langsung Wali Kota Higashimatsushima Iwao Atsumi dan sejumlah delegasi dari Jepang.

Dalam sambutannya, Bahagia menyampaikan hubungan kerja sama kedua kota telah terjalin selama lima tahun dan akan terus berlanjut demi pengembangan warga kota yang lebih baik kedepannya.

Sejauh ini, dari kerjasama sister city ini banyak program yang telah berjalan, seperti pengembangan SDM masyarakat. “Warga Banda Aceh dan Higashimatsushima saling bertukar ilmu, mulai mitigasi bencana, pengembangan ekonomi rakyat hingga tekhnologi.”

“Sudah banyak program yang kemudian membawa dampak positif bagi kedua kota. Kita juga pernah mengirim nelayan ke Jepang dan sebaliknya mereka belajar ke tempat kita soal menghadapi bencana,” kata Sekda.

Sekda berharap dari seminar yang diikuti komunitas, organisasi masyarakat, dan mahasiswa ini dapat menjadi wadah saling berbagi pengetahuan, baik tentang pengelolaan kota pasca bencana, mengelola sampah berbasis Waste Collecting Point (WCP) dan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya mitigasi bencana,” ungkapnya lagi.

“Membangun kesadaraan masyarakat tentang pentingnya mitigasi bencana, ini akan sangat berguna dalam meminimalisir korban saat terjadinya bencana,” ungkap Bahagia.

Sementara itu, Wali Kota Iwao Atsumi juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Pemko dan masyarakat Banda Aceh atas apa yang telah diberikan kepada pihak mereka, terutama pengalaman dalam hal kebencanaan.

“Terima kasih, kami mendapatkan pengalaman yang baik dari masyarakat Aceh dalam hal menghadapi bencana,” ujar Iwao Atsumi.

“Kami sangat berterimakasih kepada Banda Aceh yang telah memberikan pengalaman dan pelajaran berharga untuk dibawa ke kota kami. Semoga kita terus saling bekerjasama untuk membangun pengembangan warga kota yang lebih baik ke depan,” ujarnya. (Lia)