Al Ula, Kawasan Eksotis di Barat Jazirah Arabia

Oleh Munawar Liza Zainal*)

Daerah itu bernama Al-Ula, atau Al-Ola. Sebuah kawasan yang sangat eksotik, di bagian barat Jazirah Arabia.

Ada peninggalan peradaban kuno di sana, reruntuhan tembok dan bangunan-bangunan dari batu dan tanah, berusia ribuan tahun. Di sana juga ada kota bernama Madain Saleh (Al-Hijr atau Hegra) yang disebut dalam Al-Quran pernah ditempati bangsa Tsamud yang telah Allah musnahkan. Masih banyak peninggalan batu-batu raksasa yang dipahat oleh kaum Tsamud ini, yang juga dikenal dengan peradaban Nabatean.

Berada di jalur perdagangan kuno dunia, Incense Route. Jalur Dupa, jalur tempat laluan perdagangan antara India, Yaman, dan Arab yang membawa kemenyan, cendana, dan gaharu. Dalam bahasa Arab disebut, tharīqul-bukhūr.

Rasulullah pernah singgah di daerah ini dalam perjalanan Baginda untuk perang Tabuk. Rasul saat itu menggaris batas sebidang tanah dengan tulang untuk dibangun mesjid oleh penduduknya sehingga sampai sekarang dinamakan Mesjid Al-‘izhām (Mesjid Tulang).

Daerah ini, berjarak sekitar 300 kilometer dari kota Madinah dan masuk ke dalam administrasi kota nabi ini, juga masuk ke dalam list kota kuno warisan dunia, dalam Heritage UNESCO (World Heritage Site).

***

Winter at Tantora, adalah nama festival yang diadakan di daerah Al-Ola dekat dengan Madain Saleh. Event yang berlangsung selama 8 minggu ini dimulai pada tanggal 20 Desember 2018. Acaranya padat, diisi dengan berbagai kegiatan budaya, olahraga, kesenian, dan pameran pertanian. Para artis internasional dari berbagai negara turut meramaikan.

Pertunjukan seni, dibuka oleh penyanyi Saudi Arabia, Mohammed Abdo. Ada pertunjukan Magda El-Roumi, artis yang saya sukai suaranya, asal Lebanon. Violinist Perancis, Renaud Capuçon, komposer Mesir Omar Khairat, turut meramaikan acara.

Tanggal 18 Januari nanti, pianist Lang Lang, virtuoso asal China juga akan tampil mempertunjukkan bakatnya. Tanggal 25, para pengunjung juga akan menikmati penyanyi legendaris asal Mesir, Umm Kulthum yang telah lama meninggal dengan konser virtual. Image dan vocal-nya akan dihidupkan dengan hologram.

Dua minggu terakhir, akan ditutup oleh penampilan dari penyanyi opera asal Italia, Andrea Bocelli, dan komposer hebat asal Yunani, Yanni.

Pada saat itu juga akan ada the Endurance Cup, lomba pacuan kuda. Tidak ketinggalan Hot Air Balloon Festival.

Para tamu yang datang, akan dijamu di gedung pertemuan dan disuguhkan presentasi lukisan oleh pelukis legendaris Belanda, Van Gogh, lagi-lagi secara virtual dengan hologram.

Memang luar biasa!

**

Penampilan Magda El-Roumi di Jumat sore, di El-Ola dekat dengan Madain Saleh, hanya 300 KM dari kota suci Madinah, mengguncang dunia maya di Arab. Banyak yang menuduh, festival ini telah menodai tempat suci kaum muslimin.

Mohammed Al-Hachimi Al-Hamidi, wartawan dan politikus asal Tunis, pendiri TV satelit Al-Mustakillah, saluran berbahasa Arab yang berpusat di London, mengatakan bahwa Saudi Arabia telah mengubah identitasnya. “Kalau begitu, Muhammad Bin Salman (putra mahkota Saudi Arabia), silahkan serahkan kedua tempat suci kaum muslimin (Mekkah dan Madinah) kepada pengawasan ummat muslimin dunia, biar diurus secara internasional”, kritik Al-Hamidi.

Pengguna twitter Saudi juga banyak berkomentar pedas, menyayangkan diadakan rangkaian konser yang selama ini dilarang di Saudi sejak beberapa dekade.

Kemudian sempat beredar berita, bahwa direktur eksekutif Lembaga Penyiaran dan Televisi Saudi Arabia, Dawood El-Sherian, memerintahkan untuk memberhentikan Direktur TV KSA 1, karena telah menyiarkan sesuatu yang “tidak layak” di chanel tersebut.

Chanel ini sempat menayangkan pembukaan konser Magda El-Roumi beberapa saat, sebelum memutuskannya secara tiba-tiba.

Memang, chanel 1 Saudi, biasanya untuk menyiarkan acara resmi pemerintah dan acara keagamaan. Sedangkan untuk pemutaran film, drama, dan acara Winter at Tantora, disiarkan secara lengkap oleh SBC Saudi.

Wajah Saudi Arabia memang banyak berubah. Muhammad Bin Salman, putra mahkota, mencanangkan Saudi Vision 2030, untuk mengurangi ketergantungan ekonomi kepada minyak bumi. Rekreasi dan turisme sedang digalakkan.

*)Penulis adalah peminat diskusi, penyuka ilmu pengetahuan, pernah mondok di Gontor serta pernah menimba ilmu di Universitas Al Azhar Cairo.

KOMENTAR FACEBOOK