Narkoba Salah Satu ‘Biang’ Masalah di Aceh

Ilustrasi

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Poros Darussalam bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh pagi tadi menggelar diskusi kritis ‘Catatan Akhir Tahun 2018: Aceh Makin Gelap dan Sempit?’ di Warkop Abu Master Kupi Lambhuk, Banda Aceh, Sabtu (5/1/2019).

Salah satu narasumber yang dihadirkan yaitu Mirza Ardi. Akademisi tersebut memaparkan mengenai Ekonomi Politik Aceh 2018: Aceh (Belum) Hebat.

“Poros Darussalam melihat apakah Aceh ke depan ada harapan atau tidak. Harapan kita ini menjadi renungan bersama dan perjuangan kita ke depan, supaya Aceh semakin luwes dan terang,” ujar Mirza Ardi usai diskusi.

Melalui diskusi ini kata Mirza Ardi, para akademisi bisa keluar dari lingkup kampus dan memaparkan hasil penelitian-penelitian ilmiah mereka terhadap situasi Aceh kepada masyarakat.

Narasumber lainnya, Ibnu Mundzir, yang memaparkan materi mengenai kesehatan jiwa mengatakan, pada tahun 2018 kesehatan jiwa di Aceh lebih baik dari rata-rata nasional. Namun tidak demikian dengan gangguan jiwa berat.

Ia memaparkan, faktor risiko yang mendorong orang mengalami gangguan jiwa berat di antaranya karena penggunaan narkoba. Narkoba sudah mewabah ke kampung-kampung dan menjadi ancaman.

“Saya banyak bekerja dengan kader kesehatan di tingkat masyarakat, kata mereka memang banyak masalah sekarang muncul dari penggunaan narkoba,” katanya.

Menurutnya, penderita gangguan jiwa karena narkoba sulit terdeteksi karena sangat tertutup. Pihak keluarga yang memiliki anggota keluarga pengguna narkoba cenderung menutupi karena takut akan berimbas ke jalur hukum.

“Solusinya menurut saya itu ada tiga hal, yaitu yang pertama mengurangi suplai. Di sini sangat penting peran pemerintah, penegak hukum juga masyarakat, untuk memastikan tidak ada pedagang. Kemudian yang kedua di segi kebutuhan itu dengan kampanye kepada generasi muda untuk tidak mencoba narkoba, kemudian yang ketiga mengampanyekan bahwa penggunaan narkotika bisa mengakibatkan penyakit HIV/AIDS seperti melalui jarum suntik,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK