Tarif 80 Juta/Trip dan Kisah Pelacuran Artis

Vanesa Angel. Okezone.Com

Publik Tanah Air heboh, bukan soal hoaks yang sudah dan sedang melanda Indonesia semenjak Pilpres 2014 yang dimenangkan oleh Ir. Joko Widodo- Jusuf Kalla. Tapi soal tarif seorang artis yang bernama Vanesa Angel yang dibongkar oleh anggota Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, Sabtu (5/1/2019) di sebuah hotel. Vanesa Angel ditangkap bersamaan dengan seorang artis lainnya berinisial AV ketika sedang beraktivitas di kamar berbeda.

Netizen pun dibuat heboh. Tarif yang dipasang oleh Vanesa Angel senilai 80 juta Rupiah sekali kencan, bukanlah rate kelas bawah. Para netizen pun mengasumsikan bila VA melayani konsumen kelas atas. Pegawai Negeri kelas menengah dan bawah dianggap tidak akan mampu untuk membawa sang artis ke tempat tidur. Bilapun mampu, patut disangka telah melakukan tindak korupsi. Bersebab gaji normal mereka senilai 80 juta harus dikumpulkan bertahun-tahun.

Tertangkapnya Vanesa dalam kasus prostitusi online, bagi publik Aceh pun, sesuatu yang istimewa. Bersebab, setahun lalu di Aceh juga terbongkar bisnis serupa yang dilakukan oleh para remaja Aceh, yang walaupun germo dan penjaja cinta dari hotel ke hotel itu telah ditangkap, akhirnya kasusnya tidak jelas. Para WTS online itupun bebas tanpa hukuman. Entah kekuatan apa yang bisa membebaskan mereka dari cambuk sesuai Qanun Aceh Tentang Syariat Islam?

Pada 22 Februari 2016, Baim Wong, seorang pemeran pria dalam industri hiburan Tanah Air, mengaku tidak kaget dengan fenomena pelacuran di kalangan artis. Kala itu ia hanya kaget bila pelakunya adalah orang-orang yang justru dekat dengan dirinya.

“Sebenarnya sih yang paling saya kaget dari semuanya ketika saya kenal dengan salah satu orang yang menjual (mucikari), dan saya coba tanya. Terus dikasih lihat kan (daftarnya). Kaget karena deretan namanya saya kenal,” ungkap Baim di Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu, 21 Februari 2016, seperti dilansir Tabloid Bintang.Com.

Mantan kekasih Marshanda itu pun menyayangkan teman-temannya yang rela menjual diri demi memenuhi kebutuhannya. Padahal, mereka punya pekerjaan yang menghasilkan uang.

“Buat apa sih? Emang kurang? Dari nama-nama itu saya kenal. Terus ya, saya coba tanyain ke teman-teman ternyata benar. Kalau menjual diri tuh, enggak ada harganya lagi,” ucap Baim.

Lobi dan Hura-Hura Saja

Dikutip dari Merdeka.Com, yang diposting kembali pada Kaskus.Co.Id, pada 24 Maret 2014, pelacur dari kalangan artis, digunakan oleh kalangan elit, baik untuk melancarkan lobi, maupun sekedar hura-hura. Demikian pengakuan DD (68), seorang pengusaha.

“Kadang untuk entertain, kadang juga untuk senang-senang,” kata DD. Ia mengaku sudah meniduri beberapa artis. Tarifnya mulai dari Rp 25 juta hingga ratusan juta. Itu dilakukan DD untuk menghilangkan penasaran syahwatnya tidur bareng pelacur artis.

“Namanya coba. Kan pengen tahu juga bagaimana rasanya,” ujar DD sambil tertawa.

Awalnya DD ogah menyebut nama artis pernah dia ajak tidur. Setelah didesak, DD akhirnya mau bercerita panjang lebar. Bagi kalangan pengusaha, cerita soal pelacuran artis bukan hal baru. Bahkan pelacur artis juga digunakan pejabat untuk melobi dan senang-senang di atas ranjang. Bedanya, hanya cara mencari saja. Pengusaha langsung menghubungi agensi model atau manajer artis.

“Pejabat biasanya liat di majalah dewasa sama sinetron,” kata DD.

DD mengatakan bukan rahasia umum jika pejabat kerap memakai artis untuk menjalankan lobinya. Bahkan politikus juga suka memakai jasa pelacur artis untuk sekadar mencari hiburan atau melakukan lobi-lobi. “Ya ada kalanya buat melayani pejabat sama politikus,” ujarnya.

DD bercerita pelacur artis itu mau ditiduri lantaran tuntutan gaya hidup mewah. Biasanya mereka lakukan tergantung pesanan dan kecocokan harga sekali main. Adakalanya pelacur artis juga tidak bisa disewa untuk memuaskan nafsu di atas ranjang. Tapi biasanya ada saja perantara sesama artis bisa menyediakan jasa ranjang pemain sinetron atau film layar lebar.

Manajer artis, Tata Liem, tidak membantah ada artis melacurkan diri. Menurut dia, itu sudah menjadi urusan masing-masing individu. “Hahahhaa aku gak pernah mau tahu lah untuk hal itu walau ada pernah aku dengar karena itu urusan dapur masing-masing,” katanya.

Editor: Muhajir Juli



A

KOMENTAR FACEBOOK