“Rayuan” Lobster Bupati Simeulue dan Komitmen Pembangunan Plt Gubernur Aceh

MALAM baru tiba di Kota Sinabang. Satu-satu menuju kamar begitu tiba di penginapan. Hanya beberapa orang yang masih memilih duduk di beranda Graha D’Fit yang berlokasi di Ameria Bahagia, Simeulue Timur.

Lima jam dari Sinabang menuju Desa Lemerem, Alafan, sudah melelahkan. Apalagi kala menuju jalan kembali ke kota.

Jalanan yang melewati Kampung Air tidak hanya berkelok bak pinggang ular, tapi juga masih belum seluruhnya beraspal. Kala pulang, arah Sibigo, medan berat kembali menghadang, termasuk harus mendaki gunung.

Rombongan Plt Gubernur Aceh dan Bupati Simeulue saat menuju Desa Leterem, Alafan, Simeulue, Sabtu (5/1)

Akibatnya, kecepatan mobil hanya bisa melaju dengan kecepatan 30 – 40 km perjam. Karena medan yang berat, terkadang badan mobil ikut terguncang.

Padahal, jika semuanya sudah teraspal, jarak tempuh 297 km, jika dengan kecepatan rata-rata 60 km saja, bisa ditempuh hanya dalam waktu 5 jam.

Saat mendaki Gunung Donggek, Simeulue Barat menuju pulang ke Sinabang.

Rasa lelah punah kala tiba di lokasi peresmian Dermaga Rakyat di Lemerem. Lautan lepas yang biru membuat langit juga ikut biru. Mata pun tenang, meski terik begitu menyengat.

Peresmian Dermaga Rakyat Leterem, Alafan, Simeulue, Sabtu (5/1)

Penari cilik menari dalam gerak lincah. Tampil menari di depan Plt Gubernur Aceh, Bupati Simeulue, Wakil Bupati Simeulue, Dandim, Kapolres dan lainnya bukanlah hal mudah.

Mungkin saja mereka seperti mimpi. Hingga lupa tersenyum, dilanda kikuk, hingga lupa menyuguhkan tempat sirih untuk menerima saweran.

“Kemari nak,” kata Plt Gubernur Aceh memanggil salah seorang penari, dan sebuah amplop berwarna putih ditaruh di tempat sirih. Senyumpun mengembang saat sang penari kembali ke tempat duduknya.

Penari Leterem Menyambut Plt Gubernur Aceh dan Bupati Simeulue

Nova Iriansyah terlihat tersenyum. Baginya, tarian adalah refleksi rasa syukur. Bagi Nova, meski warga Simeulue hidup dalam kesederhanaan tapi Tuhan memberi berkah makanan yang lezat, salah satunya adalah lobster.

Memang, sejak Plt Gubernur Aceh dan rombongan tiba, Jumat (4/1) siang, Bupati Simeulue, Erly Hasyim sudah menyuguhkan lobster di lokasi Wisata Batu Rundung.

Makanan lobster kembali disuguhkan kala makan malam di pendopo Bupati Simeulue, dan kembali disujikan di Desa Lemerem sebelum menuju lokasi peresmian Dermaga Rakyat.

Nelayan Lokal dengan Hasil Lobster

Suguhan makanan berbeda tapi juga spesial terjadi saat makan malam di Simpang Koridor, yaitu burung bukuk goreng. Dan, sebagai penutup Erly Hasyim kembali menyuguhkan menu lobster di Ranu Surf Camp, Desa Matanurung, Teupah Tengah, Simeulue.

Tim Humas menikmati sunset Simeulue

Matanurung adalah salah satu surga bagi para peselancar. Dalam bulan tertentu, ombaknya bisa mencapai 5 meter.

Tidak sedikit peselancar dunia mengunjungi spot selancar di tempat ini. Bahkan, setiap dua tahun sekali digelar event selancar internasional dan mendatangkan peselancar lokal dan dunia.

Simeulue memang negeri nan elok. Lautannya menjadi mantra yang memanggil para pelancong. Sayangnya, untuk mewujudkan jalan tembus butuh perjuangan, sekaligus keajaiban.

Salah satu keajaiban terjadi paska tsunami. Setelah Kuntoro Mangkusubroto “berhasil” dibawa Taqwallah dan merasakan medan yang begitu barat, dan bahkan harus naik bot stempel tanpa pengaman di malam hari, Kepala BRR NAD Nias itu memutuskan untuk mengucurkan bantuan guna membuka jalan lingkar.

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono bersama Kuntoro Mangkusubroto, Kepala BRR NAD Nias

Sabtu, 5 Januari 2019, Plt Gubernur Aceh ditemani Bupati dan Wakil Bupati Simeulue, bahkan Sekda Simeulue, termasuk Dandim, Kapolres, Kejati, dan Taqwallah melewati jalanan lingkar yang masih membutuhkan sentuhan anggaran provinsi itu.

Bupati Simeulue, Erly Hasyim dalam forum silaturahmi di Pendopo, Jumat (4/1) malam melaporkan, masih ada 99 km ruas jalan yang belum teraspal, dari Teluk Dalam sampai dengan Sibigo.

Kemudian 12 km sedang terjadi pengerasan sebagian arah Laya baung menuju Sibigo. “14 km sudah di aspal tetapi terjadi kerusakan berat dari Sinabang Linggi arah Luan Balu,” lapornya.

Disamping jalan, Erli Hasyim juga melaporkan beberapa jembatan yang harus ditanggani terutama di Desa Ganting yang sudah terjadi keropos. Kemudian desa Kuala Makmur juga sempat longsor, dan untuk sementara dibuat pakai batu untuk bisa dipakai sementara.

Kepada Asisten II Setda Aceh bidang Pembangunan dan Ekonomi, Taqwallah diminta menjadikan jalan lingkar menjadi prioritas perhatian provinsi untuk Simeulue.

Bukan hanya itu, Taqwallah juga diminta untuk menindaklanjuti sejumlah prioritas lain, seperti meningkatkan produksi beras yang saat ini baru sekitar 40 persen, meningkatkan infrastruktur untuk mendukung pariwisata, termasuk penyelenggaraan event yang bisa mendatangkan pelancong.

Hal lain yang diminta untuk menjadi perhatian adalah menyempurnakan pelabuhan Lemerem agar berdampak ekonomi dan wisata, pengembangan ternak ayam agar kebutuhan telor dan daging tidak terlalu besar ketergantungan ke daerah luar.

Peresmian Revitalisasi RSU Simeulue

Juga memperhatikan stadion olahraga yang belum bisa dimanfaatkan sejak dibuat. Kepada Taqwallah juga diminta untuk menindaklanjuti operasionalisasi ruang hemodialisa agar warga bisa melakukan cuci darah di RSU Simeulue, fungsionalisasi sejumlah mesjid dan penambahan ruas jalan negara yang menjadi kewenangan pusat, yaitu Sinabang – Kampung Air.

Rayuan lobster Bupati Simeulue yang menemani perjalanan Plt Gubernur Aceh terbukti berhasil membetahkan Nova Iriansyah untuk berada di Simeulue selama tiga hari, dua malam.

“Saya terkesan dengan lobsternya, juga dengan burung bakuk, sangat enak dan menjanjikan prospek ekonomi bagi rakyat Simeulue, sayangnya tidak bisa makan lagi, karena harus kembali” kata Nova saat meresmikan revitalitasi Rumah Sakit Umum Simeulue, Minggu (6/1) sebelum menuju bandara dan mencicipi suguhan lobster terakhir di Ranu Surf Camp, Desa Matanurung, Teupah Tengah, Simeulue.

Plt Gubernur Aceh disambut di Desa Leterem, Alafan

Plt Gubernur Aceh juga diberi sebuah lukisan wajah dari kayu oleh seniman pengrajin, yang diserahkan oleh Bupati Simeulue, Erly Hasyim. Mungkin, ini “rayuan” pemungkas agar provinsi menaruh perhatian lebih kepada negeri pulau, Simeulue.

Lukisan kayu karya Seniman Simeulue

Tapi, Nova Iriansyah memang menegaskan agar perhatian kepada daerah terluar, terdepan, kepulauan harus lebih diprioritaskan dan itu harus terefleksikan dalam anggaran.

Pesawat Wings Air telah menanti di Bandara Lasikin, dan rombongan Plt Gubernur Aceh kembali ke Medan sebelum kembali ke Banda Aceh.

KOMENTAR FACEBOOK