Sepanjang 2018, Uang Aceh yang Dikorupsi Mencapai 398 Miliar

ilustrasi

ACEHTREND.COM, Banda Aceh- Sepanjang tahun 2018, kasus dugaan korupsi di Aceh terjadi sebanyak 41 kasus. Akan tetapi yang sudah diaudit hanya 22 kasus. Total uang Aceh yang berhasil dicongkel sebanyak 398 miliar Rupiah.

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian, SE., Selasa (8/1/2019) dalam konferensi pers yang digelar di kantor LSM antikorupsi tersebut.

Sejauh ini menurut Alfian, dugaan korupsi yang dilakukan di Aceh, kasusnya ada yang mangkrak (tidak disentuh lagi) maupun yang sedang dilakukan pemeriksaan oleh penegak hukum. Adapun yang dirilis oleh pihaknya adalah kasus-kasus yang sudah masuk level peradilan baik kejaksaan maupun Pengadilan Tipikor di Aceh.

Alfian juga mengatakan,bila dilihat dari modus korupsi, yang paling menonjol adalah pengadaan barang dan jasa. MaTA juga mendorong kejaksaan ataupun kepolisian untuk melihat apakah dana yang sudah dikorupsi, masuk dalam tindak pidana pencucian uang atau tidak.

“Karena secara Undang-undang penyidik bisa menjerat dengan pasal ini,” kata Alfian.

Pun demikian, menurut Alfian, di Aceh belum ada kasus korupsi yang dijerat dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Padahal, tambah Alfian, korupsi di Aceh sudah sangat canggih, sudah masuk ranah pencucian uang.  

“Kami berharap Kejaksaan dan Kepolisian Aceh mampu menjerat mereka dengan TPPU,” harapnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Koordinator Bidang Hukum dan Politik MaTA, Baihaqi Ibrahim mengatakan, tahun 2018 ada 41 kasus korupsi yang ditangani oleh tiga instansi, yaitu KPK, Kejaksaan dan Kepolisian. Kasus yang sudah diaudit kerugian negaranya ada 22 kasus, sedangkan sisanya ada 19 kasus masih dalam proses audit. 

“Dari 22 kasus tersebut ada kasus OTT, suap dan gratifikasi, total kerugian negara mencapai 398 miliar pada tahun 2018,” katanya.

Editor: Muhajir Juli

KOMENTAR FACEBOOK