Di Amerika Petani Bukan Kaleng-Kaleng

Akmal Ibrahim pada acara Kenduri Blang di Kecamatan Lembah Sabil, Kamis (10/1/2019). (Masrian Mizani/aceHTrend)

ACEHTREND.COM, Blangpidie-Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim mengatakan, orang kaya di Amerika Serikat adalah petani. Akmal mencontohkan, seperti halnya beberapa presiden Amerika, salah satunya Jimmy Carter.

“Di Amerika itu yang kaya adalah petani, strata petani paling tinggi di sana. Apabila petani memiliki tanah 50 hektar ke atas, baru diberikan kartu sebagai petani. Sementara kita, seperempat hektar saja payah, sebab potensi tanah kita saat ini semakin sempit karena adanya pembangunan jalan dan rumah di areal persawahan,” ungkap Akmal Ibrahim dalam acara Kenduri Blang di Kecamatan Lembah Sabil, Kamis (10/1/2019).

Akmal menyebutkan, mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani. Maka, katanya, sektor pertanian harus diberikan perhatian khusus. Apalagi tujuan negara adalah mensejahterakan rakyat. Menurutnya, pekerjaan sebagai petani bukan hanya sekedar hobi, akan tetapi bertujuan untuk mensejahterakan. Apalagi saat ini bisa dilihat perkembangan situasi, Abdya ini tidak punya apa-apa.

“Kerja ini merupakan ibadah, karena kerja merupakan perintah Allah dalam surat Alam Nasrah, dalam surat itu jelas disampaikan, kerjakanlah sesuatu dan bila selesai, maka kerjakanlah yang lain, maknanya Allah memerintahkan kita untuk terus berkerja,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Akmal juga mengatakan, biaya ongkos pembajakan sawah dengan traktor, Abdya merupakan Kabupaten termurah dari segi ongkos. Rata-rata Rp 600 ribu per hektarnya, sementara di luar Abdya, ongkos pembajakan sawah mencapai Rp 1.200.000 per hektarnya.

“Jadi jangan ada lagi asumsi kalau bupati bantu petani karena unsur politik, jangan percaya hal seperti itu. Hargailah ketulusan yang ada, jangan selalu ada rasa curiga. Padahal apa untungnya membatu para petani kalau bukan karena perintah Allah dan perintah negara. Apa untungnya, rugi malah, membantu kontraktor dan orang lain ada laba,” kata Akmal dengan nada canda.

Mulai tahun ini, sambung Akmal, pemerintah daerah mewacanakan peningkatan masa panen.. Kalau dulu masa panen hanya dua kali dalam setahun, kali ini akan dimaksimalkan menjadi tiga kali pertahunnya, demi meningkatkan penghasilan para petani di kabupaten tersebut.

“Program ini harus sama-sama didukung. Jika tidak, yang rugi itu petani, bukan bupati. Kami sebagai pemerintah daerah hanya mendorong, semoga masyarakat mengikutinya, Insya Allah pemerintah tetap akan konsisten,” ujarnya.

KOMENTAR FACEBOOK