Sah, Kapal Motor Penumpang BRR Milik Aceh

    ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Pemerintah Aceh menerima satu unit Kapal Passanger (Kapal Penumpang) 1.000 GT (KMP BRR) dari Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan.

    “Alhamdulillah, kami bersyukur dan terimakasih yang tak terhingga kepada Pemerintah dalam hal ini Bapak Sekjen Perhubungan, dan seluruh keluarga besar Kmenterian Perhubungan,” kata Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam pidatonya, Jumat (10/1).

    Menurut Nova, Pemerintah dan rakyat Aceh bersyukur karena aset yang diterima sebagai hibah dari Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan adalah aset yang vital yang manfaatnya langsung dirasakan oleh rakyat Aceh dalam konteks konektifitas ke pulau pulau terluar.

    “Atas nama Pemerinrah Aceh saya sangat bersyukur dan berterimaksih atas penyerahan aset KMP BRR dari Kementerian Perhubungan kepada Pemerintah Aceh,” tambahnya.

    Masih menurut Nova, penyerahan aset KMP BRR adalah sebuah momen yang sangat bermanfaat, ini karena proses pengalihan aset sangat penjang dan melelahkan.

    “Tapi yang namanya pengalihan aset memang harus hati-hati dan alhamdulillah hari ini kita akhiri dengan sahnya aset Pemerintah Pusat menjadi milik Pemerintah dan rakyat Aceh,” sebutnya.

    Disampaikan oleh Nova, KMP BRR oleh BRR NAD Nias waktu itu didedikasikan kepada masyarakat Aceh, tidak hanya berupa material. “Saya juga mengapresiasi Pak Djoko Sasono yang juga mendedikasikan dirinya di Aceh selama 4 tahun,” sebutnya.

    Nova Iriansyah juga melaporkan bahwa saat ini Aceh memiliki 8 (delapan) pelabuhan penyeberangan dengan 7 (tujuh) lintasan penyeberangan. Satu diantara lintasan tersebut merupakan lintasan penyeberangan antar provinsi, yaitu Singkil – Gunung Sitoli (Sumatera Utara).

    Selama ini, ketujuh lintasan tersebut hanya dilayani oleh 5 (lima) unit kapal penyeberangan. Dengan kondisi ini, maka pelayanan angkutan penyeberangan di Aceh belumlah memadai akibat terbatasnya jumlah dan kapasitas kapal yang tersedia.

    “Pada saat – saat puncak atau pada saat kapal menjalani docking, antrian kendaraan dan penumpang tertahan berhari – hari di pelabuhan untuk mendapatkan pelayanan,” katanya.

    Dalam catatan aceHTrend, pasca pembangunan kembali pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh yang diresmikan pada hari Senin 23 Februari 2009 dioperasikan KMP BRR bernilai Rp 26,4 Milyar.

    Kapten Sugianto adalah Kapten pertama yang mengoperasikan KMP BRR yang pertama pada pengoperasian KMP BRR Senin 23 Februari 2009.

    Selanjutnya pada November 2010, KMP BRR dinahkodai oleh putra asli Sabang yaitu Kapten Muhammad Noer, putra kelahiran Sabang tanggal 30 November 1975.

    KOMENTAR FACEBOOK