Editorial: Sekda Aceh Hebat

Tiga nama sudah dipilih. Ketiganya, sesuai abjad adalah Kamaruddin Andalah, M. Jafar dan Taqwallah.

Menurut tim penilai, ketiganya memiliki peringkat tertinggi dari 10  peserta yang ikut seleksi.

Kita percaya, 10 peserta yang ikut seleksi adalah putra terbaik Aceh.

Selain tiga nama di atas, 7 peserta lain yang lulus seleksi administrasi adalah Ir Razali AR, MSi, Mulyadi, SPd MM, Ir Razuardi, MT, Ir Helvizar Ibrahim, MSi,  Drs Safrizal ZA, MSi, Ir Zulkifli, MM, Drs Reza Fahlevi, MSi.

Kita sebut putra terbaik Aceh karena mereka memiliki prestasi masing-masing dan dengan prestasi itu mereka mendapat kepercayaan, bahkan ada di kementerian.

Dengan begitu, jika mereka tidak terpilih dalam tiga besar, itu bukan bermakna mereka kurang baik dari tiga nama yang terpilih. Namanya kompetisi, meski pernah menang di level nasional, bukan jaminan otomatis menang di level lokal.

Sebaliknya, mereka yang dengan pengalaman lokal, belum tentu harus kalah kala berkompetisi di level nasional. Buktinya, beberapa yang lulus seleksi administrasi Sekda Aceh memiliki jabatan strategis di kementerian.

Begitulah pula dengan tiga nama yang dipilih tim penilai, ketiganya terbaik. Siapapun yang dipilih, setelah berkonsultasi dengan presiden, ditetapkan dan dilantik bukan juga bermakna lebih baik dari yang tidak dipilih.

Semuanya karena satu hal,  tim penilai berpedoman kepada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2009 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Sekretaris Daerah Aceh dan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota di Aceh.

Kita ucapkan terimakasih kepada tim penilai, yang telah berkerja berdasarkan panduan PP 58/2009.

Kita juga ucapkan terimakasih kepada Plt Gubernur Aceh, yang memberi ruang bebas kepada tim penilai untuk berkerja secara murni dan diakui oleh tim penilai, tanpa ada intervensi.

Lebih menarik lagi, Plt Gubernur Aceh juga terlihat fair saja dengan semua calon yang ikut seleksi Sekda Aceh, dan kesepuluh orang itupun terjaga silaturahminya, satu sama lain.

Tiga nama terpilih, terakhir juga kompak berkerja keras untuk mewujudkan APBA 2019 tepat waktu.

Suasana batin penuh silaturahmi ini tentu saja membuat Plt Gubernur Aceh dapat memilih satu dari tiga nama yang ada dengan tenang.

Hal yang mungkin terjadi adalah, Plt Gubernur Aceh akan melakukan shalat istikharah, agar nama yang dipilih dan dikonsultasikan dengan presiden diberi kekuatan membantu mewujudkan Aceh Hebat.

Tahun 2019 dan seterusnya adalah tahun penuh opportunity, setelah di tahun 2018 beragam strengths berhasil dikumpulkan, sekalipun di tengah turbulensi keacehan. Semoga Sekda Aceh yang dipilih dapat membantu mewujudkan visi misi Pemerintah Aceh hasil pilihan rakyat.

KOMENTAR FACEBOOK