Warga Tanggapi Positif Imbauan Bupati Akmal

@dream

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Warga Aceh Barat Daya menanggapi positif imbauan bupati terkait larangan beraktivitas saat azan berkumandang dan melaksanakan salat wajib secara berjamaah.

Warga menilai imbauan tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah untuk mewujudkan Aceh Barat Daya yang islami.

“Sangat bagus imbauan itu dan sangat perlu sama-sama untuk kita dukung, karena itu adalah imbauan positif seorang pemimpin kepada masyarakatnya untuk menunaikan kewajiban agama,” ungkap Ismail, salah seorang warga yang berprofesi sebagai pedagang di Blangpidie, kepada aceHTrend, Sabtu (12/1/2019).

Ismail mengatakan, sebenarnya persoalan hablum minallah merupakan persoalan individu seorang muslim dengan Tuhannya. Namun demikian, sebagai seorang khalifah (pemimpin) sudah sewajarnya Bupati Abdya mengajak dan mengimbau bagi semua orang yang ia pimpin untuk menunaikan kebajikan-kebijakan sesuai perintah agama.

“Kita sebagai masyarakat menyambut baik imbauan itu, sudah sewajarnya bagi bupati untuk mengajak masyarakat dalam menunaikan perintah-perintah agama, seperti halnya memakmurkan masjid dengan salat berjamaah dan menghentikan aktivitas di saat azan berkumandang,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Wahyu. Menurut mahasiswa tersebut, imbauan tersebut hendaknya dipatuhi oleh seluruh masyarakat muslim di Abdya.

Menurut Wahyu imbauan yang dikeluarkan pada 2 Januari 2019 itu menjadi spirit bagi masyarakat Abdya untuk menguatkan pondasi Islam secara berjamaah.

“Karena apa pun yang kita lakukan dengan cara berjamaah, pasti akan mendapatkan hasil maksimal. Imbauan dari bupati itu saya rasa sangat positif, di samping mendapatkan pahala dan menambahkan ketakwaan kepada Allah, juga sebagai bentuk memperkuat barisan umat Islam dengan cara berjamaah,” tuturnya kepada aceHTrend.

Namun kata Wahyu, imbauan itu akan semakin maksimal bila seluruh jajaran pemda, dan instansi vertikal dan lembaga nonformal lainnya sama-sama mengampanyekan gerakan salat berjamaah. Sebab bila hanya sebatas imbauan semata menurutnya tidak akan berdampak apa-apa bagi masyarakat.

“Diakui atau tidak, keteladanan pemimpin itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Maka sebagai masyarakat, kami juga mengimbau agar gerakan menghentikan aktivitas saat azan dan salat berjamaah ini sama-sama kita kampanyekan kepada masyarakat. Misalnya dimulai dari kantor-kantor pemerintah dulu, di saat tiba waktunya salat, semua aktivitas harus dihentikan, kemudian dari pihak pemda juga jangan bosan-bosan turun langsung ke masyarakat untuk sama-sama saling mengingatkan, agar imbauan ini dapat diimplementasikan sebagaimana harapan kita semua,” pungkas Wahyu.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK