Cipuga Baru, Nagasari Bireuen yang Terbitkan Rindu

ACEHTREND.COM,Bireuen- Nagasari sudah identik dengan Bireuen, ibukota Kabupaten Bireuen. Walau tak jelas siapa yang membawa nagasari untuk pertama kali ke Kota Juang, kudapan khas Indramayu, Jawa Barat, sudah diceritakan turun-temurun di kota ini.

Ciri khas nagasari Bireuen adalah dibungkus dengan daun pisang yang sudah berwarna hijau gelap, dibungkus menyerupai bungkusan nasi, dalam wujud sangat kecil. Serta nagasarinya berwarna hijau. Di dalam nagasari ditaruh pisang raja yang sudah matang buah.

Bila Anda ke Bireuen, begitu memasuki kota, penganan ini dijejer di depan kios keripik maupun di toko kue. Tempat paling lazim adalah di dekat terminal, atau persis di dalam kota, tempat bus umum berbadan sedang dan kecil sering berhenti menaik- turunkan penumpang.

Nagasari Bireuen produksi Cipuga Baru (Muhajir Juli)

Per bungkus, nagasari dijual Rp1000. Itulah harga umum yang disepakati pedagang. Tidak ada yang lebih murah. Tapi, yang harganya lebih mahal tentu saja ada.

Nagasari yang dijual lebih mahal adalah produksi Cipuga Baru, atau dengan nama lebih lengkap Na-Nagasari Kak Ramlah Cipuga Baru, yang beralamat di Jalan Pasar Ikan Lama, Nomor 4, Bireuen. Atau di depan terminal lama. Tempatnya tidak persis di pinggir jalan. Tokonya menjorok ke dalam, berada di lorong.

Walau dijual Rp 1500 per bungkus, nagasari ini selalu diincar pembeli. Maklum, harga yang sedikit lebih malah, pantas untuk rasanya yang membuat lidah tak bisa berpindah cinta. Maka jangan heran, seringkali pembeli harus antri.

Beberapa yang sempat saya tanya, mengaku hanya membeli nagasari Cipuga Baru. Rasa yang konsisten, adalah alasan nagasari itu selalu dirindui. “Sekali Anda mencicipinya, Anda tidak bisa berpaling. Karena lidah hanya merindui nagasari Kak Ramlah,” kata seorang pembeli kepada saya pada pertengahan Desember 2018.

Toko Cipuga Baru (Muhajir Juli)

Nagasari cipuga Baru tidak membuka cabang, setidaknya demikianlah keterangan pemilik usaha. Juga hanya berjualan sejak pagi hingga sore. Mereka juga hanya menjual nagasari itu di tokonya sendiri. Tidak menitipkannya ke toko-toko lain.

Jangan lupa, bila berkunjung ke Bireuen, belilah nagasari sebagai oleh-oleh.

KOMENTAR FACEBOOK