Plt Gubernur Aceh Mempertanyakan Tarif Pesawat Mahal, Menhub Akan Cek

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Mahalnya tarif pesawat tujuan Aceh – Jakarta dibandingkan Aceh – Malaysia – Jakarta dipertanyakan oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Nova menyesalkan maskapai lalai memprediksi ekses ekonomi yang lebih luas seperti fenomena saat ini ke JKT via KL yang sangat merugikan negara.

Menurutnya, maskapai penerbangan sudah saatnya melakukan uji publik/sosialisasi yang terukur dan masif sebelum menaikkan tarif, terutama maskapai milik negara.

Menyikapi hal tersebut, Nova menyatakan Pemerintah Aceh akan menawarkan skema penentuan tarif yang lebih rasional, diawali dengan berkirim surat mempertanyakan kebijakan tarif tinggi ini kepada Menhub dan tembusan kepada Presiden.

“Kita segera kirim surat untuk mempertanyakan kebijakan tarif tinggi, dan kita siap tawarkan skema penentuan tarif yang lebih rasional,” katanya, Minggu (13/1).

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada media mengaku sudah mendengar informasi bahwa tarif pesawat tujuan Aceh-Jakarta jauh lebih mahal dibandingkan Aceh-Malaysia-Jakarta. Namun dia belum mau banyak berkomentar karena akan mengecek kebenaran informasi tersebut.

“Nanti dicek karena waktu pertama kali saya ada petisi itu ternyata ada kelompok tertentu yang secara khusus mengangkat ini,” ungkap Budi Karya, Jakarta, Sabtu (12/1).

Budi Karya juga mengatakan, saat ini dirinya tengah mencari solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Di sisi maskapai, kata dia, mesti dilindungi supaya tidak bangkut.

“Kita mesti take and give industri airlines ini juga harus dilindungi, artinya mereka pada titik tertentu supaya mereka juga survive kita melihat di beberapa negara, banyak industri yang sudah bangkrut terus terang aja. Kalau diterus-teruskan perang harga, ini juga akan masalah,” jelasnya.

Di sisi lain, Budi Karya juga mengimbau agar masyarakat memahami situasi saat ini.

“Saya juga mengimbau masyarakat supaya juga memberikan toleransi selain airlines juga menaikkannya jangan terlalu tinggi. Jadi ada ekuilibrium tertentu, harga tertentu di mana airlines bisa menutup ongkosnya tapi warga tidak merasakan kenaikan yang berlebihan,” tutupnya.

KOMENTAR FACEBOOK