Harga Tiket Turun, Pengajuan Passport Warga Aceh Tetap Tinggi

ACEHTREND.COM,Banda Aceh- Permintaan pengajuan passport yang meningkat dari warga Aceh, bersebab tingginya harga tiket pesawat terbang jalur domestik, tidak juga turun. Padahal harga tiket sudah diturunkan oleh pihak maskapai.

Informasi yang dihimpun aceHTrend, Senin (14/1/2019), terhitung dari tanggal 3 Januari sampai dengan 12 Januari 2019, terjadi peningkatan jumlah permohonan passport yang diajukan masyarakat ke kantor Imigrasi kelas I TPI Banda Aceh.

Peningkatan tersebut rata-rata mencapai 200 permohonan/hari. “Itu berbeda dengan kondisi pada bulan Desember 2018, yang rata-rata 150 permohonan per hari,” kata Kepala Seksi Lalu Lintas keimigrasian, Muhammad Hatta saat ditemui aceHTrend di kantornya.

Menurutnya, lonjakan harga tiket pesawat menjadi permintaan pembuatan pasport. Penerbangan Banda Aceh transit di Kuala Lumpur dan baru terbang ke Jakarta, jauh lebih murah ketimbang flight langsung Banda Aceh-Jakarta. Biaya pembuatan pasport pun hanya 355 ribu Rupiah.

Pun demikian, meskipun harga tiket pesawat sudah kembali diturunkan oleh pihak maskapai setelah bertemu INACA, tapi permintaan passport juga tidak juga berkurang.

“Meskipun hari ini telah diberitakan harga tiket pesawat turun, namun permohonan paspor sampai sekarang ini masih terus melonjak. Memang sebagian tadi ada juga yang memberikan alasan, tujuan keberangkatannya untuk transit,” kata Hatta. 

Lonjakan permohonan ini, sambung Hatta, sebenarnya sama dengan tahun sebelumnya. Di awal Januari 2018 juga terjadi peningkatan. Akan tetapi alasan pendorongnya berbeda.

“Masyarakat mengatakan bahwa permohonan pasport untuk tujuan transit. kalau dulu tidak begitu familiar mendengarkan bahasa itu dari masyarakat. Kalau biasanya masyarakat Aceh ini pada awal tahun membuat passport untuk persiapan umrah, persiapan haji, liburan, melanjutkan pendidikan bisa juga,” katanya. 

Ia tambahkan, dengan lonjakan ini pihak Imigrasi membuat prioritas, yaitu dengan mengakomodir pemohon lansia dan bayi yang sakit.

Editor: Muhajir Juli

KOMENTAR FACEBOOK