Perjalanan Tak Biasa Ikhsan, Bersepeda dari Aceh Selatan ke Banda Aceh

Bosan atau jenuh sering dirasakan oleh seseorang akibat rutinitas yang monoton. Tak jarang banyak orang melakukan kegiatan-kegiatan tak biasa untuk mengobati kejenuhan tersebut.

Yang dilakukan oleh Ikhsan ini misalnya. Guru di Rumah Relawan Remaja (3R) ini memilih kembali ke Banda Aceh menggunakan sepeda selepas program 3R di Kabupaten Aceh Selatan. Jarak beratus-ratus kilometer pun menjadi motivasi tersendiri bagi pemuda yang punya hobi naik gunung ini.

Awal Januari lalu, Ikhsan baru saja menyelesaikan tugasnya selama satu bulan dalam program mengajar 3R di Desa Alur Keujruen, Kluet Tengah, Aceh Selatan. Untuk menantang adrenalinenya, Ikhsan kembali ke Banda Aceh dengan mengayuh sepeda. Ia membutuhkan waktu selama empat hari dan tiba di Banda Aceh pada Jumat (11/1/2019).

Alasannya memilih menggunakan sepeda saat balik ke Banda Aceh karena Ikhsan ingin mencoba sesuatu yang berbeda dari biasanya.

“Saya penasaran apakah saya bisa melakukan seperti orang zaman dulu lakukan saat belum ada kendaraan bermotor? Kakek saya dulu ke mana pun menggunakan sepeda sampai jarak puluhan dan ratusan kilometer. Alhamdulillah, ternyata saya bisa melakukannya dari Kota Fajar, Aceh Selatan sampai ke Banda Aceh dengan selamat,” ujar pria yang gemar bertualang di alam bebas ini kepada aceHTrend, Sabtu (12/1/2019).

Selama perjalanan menggunakan sepeda Ikhsan singgah di tiga tempat, yaitu di Blang Pidie (Abdya), Meulaboh (Aceh Barat), dan Lamno (Aceh Jaya) sebagai tempat istirahatnya di malam hari. Pada siangnya ia melanjutkan perjalanan hingga sampai ke Banda Aceh sesuai dengan target yang ditentukan. Selama perjalanan ia turut mengabadikan momen perjalanannya dengan kamera untuk singgah ke sejumlah spot menarik selama perjalanan.

Walau tidak ada kendala apa pun selama perjalanan, tapi sejumlah tantangan yang menggoyahkan tekad sempat menghampiri pemuda kelahiran tahun 1990 ini.

“Tantangan terberat ketika harus melewati tanjakan di beberapa gunung sebelum tiba ke Tapaktuan. Setelah itu ada lagi gunung yang lebih tinggi seperti Gunung Geurute, Kulu, dan Paro yang jaraknya lumayan berdekatan. Tentunya ini sangat menguras tenaga karena jalannya yang begitu menanjak. Kemudian saat di atas pukul 12 siang tantangan terberatnya ialah saat cuaca panas terik matahari. Semua itu haruslah kita lewati dengan sabar dan harus yakin hingga sampai ke tujuan,” lanjut Ikhsan.

Sebelumnya Ikhsan juga pernah menggunakan sepeda saat bepergian jauh seperti dari Simpang Jernih, Aceh Timur ke Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Saat ini ia juga menggunakan sepeda sebagai alat transportasi sehari-hari. Ia pun juga bertekad akan melakukan perjalanan lebih jauh lagi dengan sepeda kesayangannya.

Ikhsan sadar betul bahwa banyak manfaat yang didapat selama bersepeda. Melalui infografis yang ia perlihatkan kepada aceHTrend, tubuh akan memberikan respons tergantung lamanya waktu bersepeda.

Sepuluh menit pertama tubuh akan merespons perasaan senang sehingga senyum gembira melebar seiring gowesan pedal yang kian cepat. Menit ke-20 tubuh akan terbebas dari kortisol, hormon stres penyebab susah tidur nyenyak.

Selanjutnya pada menit ke-40 aliran darah dan oksigen ke otak meningkat dan di menit ke-45 waktunya hormon serotonin dan endorfin dilepaskan ke dalam aliran darah.

“Perasaan senang meningkat dan bawaannya kita ingin tersenyum terus dan merasa benar-benar hidup. Pada menit ke-60 setiap kilometer yang dilalui selama 60 menit, dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung sehingga tubuh menjadi tetap sehat.”

Berdasarkan penjelasan infografis itulah Ikhsan meyakini betul bersepeda dapat mempertahankan kebugaran fisiknya. Ia juga berharap banyak orang yang akan sadar tentang manfaat menggunakan sepeda. Seperti halnya orang zaman dahulu yang hidup sehat dan bebas dari polusi udara kendaraan bermotor.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK