Tgk Lah dan Keberanian Visioner

Almarhum Abdullah Syafi'i

Memperingati 17Tahun syahidnya Tgk Lah bukan sekedar mengingat syahidnya seorang pemberani yang baik budinya, melainkan juga memperingati 17Tahun keberanian ureung Aceh memperjuangkan mimpinya dengan seadab-adabnya perlawanan.

Aceh Merdeka adalah keberanian ureung Aceh bermimpi atau berimajinasi tentang masa depan yang dipercaya dapat diwujudkan berdasar tata laksana hidup ureung Aceh sendiri.

Urueng Aceh percaya, literatur keacehan memiliki standar lebih tinggi untuk mengelola donyanya sendiri.

Hasan Tiro berhasil menghadirkan argumen yang dapat diterima, karena disusun dari patahan-patahan sejarah, dan dirangkai dengan sentuhan arsitektur pemikiran dunia, sehingga menjadi satu banggunan visi yang meredifinisi makna kedirian dan kedonyaan ureung Aceh.

Donja berubah, mimpi yang sejak diproklamasi tahun 1976 itu, setelah diuji dengan taruhan nyawa di era militerium plus dihempas guncangan gempa megathrust pada 2004, tahun 2005 mimpi Aceh direformulasi hingga menghadirkan visi Aceh Hebat pada 2017.

Seperti mengulang kisah, belum lewat satu tahun, visi Aceh Hebat juga sudah memasuki masa ujinya, pemimpin Aceh Hebat ditangkap dan ditahan dengan dugaan korupsi, sehingga harus non aktif dibawah kesaksian generasi milenial.

Sayangnya, meski Hasan Tiro terputus menjadi pendidik lewat hikayat perlawanan, tapi ubermensch-nya di Aceh terus berevolusi tumbuh menjadi “mualem” yang memproduksi generasi pemberani untuk menjemput mimpi, sekalipun bertaruh nyawa.

Kini, bukan hanya tidak ada generasi sepemberani almarhum Tgk Lah, yang bersedia memimpin perlawanan dengan adab berstandar donya Aceh, melainkan juga kehilangan kemampuan untuk terus membangun argumen Aceh Hebat dengan standar tertinggi.

Hari-hari kini adalah hari-hari kompetisi mendistrupsikan visi Aceh Hebat dan menghempaskanya menjadi kepingan satire politik, tanpa rasa bersalah setelah sebelumnya berhasil memenangkannya dipentas perebutan suara rakyat.

Lantas, untuk apa kita memperingati 17Tahun syahidnya Tgk Lah?

Saya malu hati kala membayangkan adab perlawanan visi Tgk Lah, yang malah berdoa agar syahid dijalan perjuangan visi merdeka tanpa pamrih kedudukan jika Aceh Merdeka, bahkan meminta pengikutnya agar jangan sedih dan berputus asa.

Diam-diam, saya bertanya, adakah saya berani “syahid” sebagai pendukung Aceh Hebat tanpa harus berseteru karena soalan posisi dan kedudukan?

Saleum Hormat Tgk Lah. Doakan kami semua. Kami tidak bisa menyembunyikan kesedihan karena kehilanganmu, sebab kami juga tidak mampu mempertahankan semangat, sehingga patah dan makin patah menjadi pejuang mimpi Aceh Hebat.

Tapi, saya percaya Aceh Hebat telah diterima sebagai sebuah visi yang akan melahirkan “mualemnya” sendiri dan melalui “senjata” inovasi berbasis internet, pada waktunya, akan menemukan jalan perjuangannya sendiri.

KOMENTAR FACEBOOK