Ratoh Jaroe, Andalan INA Week di Ritsumeikan Asia Pacific University Jepang

Hijrah Saputra bersama Istri

Oleh Hijrah Saputra*

Kuliah di luar negeri menjadi impian banyak anak-anak di Indonesia. Jepang menjadi salah satu tujuan favorit di antara banyak pilihan negara. Negara yang terkenal dengan sebutan Negeri Matahari Terbit ini memiliki daya tarik yang luar biasa, sebut saja anime, manga, bunga sakura, ninja, dan masih banyak lagi.

Ritsumeikan Asia Pacific University atau yang dikenal dengan APU ini merupakan salah satu kampus favorit pilihan anak-anak Indonesia dan juga pilihan banyak dari negara lain untuk belajar di Jepang. Di APU, kita tidak hanya bisa merasakan kehidupan di Jepang, tetapi juga kehidupan multikultural yang dapat membuka pandangan, wawasan, dan juga pola pikir kita karena kita bisa melihat dunia dari berbagai perspektif.

Mahasiswa di sini berasal kurang lebih dari 90 negara, jadi tidak heran jika dalam satu kelas kita bisa menemukan 40 hingga 50 etnis yang berbeda dengan berbagai bahasa dan berbagai aksen. Terkadang ketika diskusi di kelas saya bingung untuk bisa menebak apa yang diutarakan oleh teman-teman yang lain, tetapi di situlah menariknya, kita bisa merasakan keberagaman budaya, kebiasaan, norma, dan bahasa yang dapat jalan harmonis bersama. Saya bisa yakin bahwa kedamaian dunia bisa diciptakan bersama dan sesuai dengan taglinenya, “Shape your World.”

Kampus yang didirikan pada tahun 2000 ini berada di Kota Beppu, Oita. Kota Beppu termasuk sebuah kota kecil dengan populasi kurang lebih hanya 200 ribu orang. Walaupun kecil, Kota Beppu termasuk salah satu daerah tujuan wisata baik lokal maupun internasional karena banyaknya jumlah pemandian air panas atau yang dikenal dengan sebutan onsen. Kota ini berhasil menarik hingga delapan juta wisatawan setiap tahunnya.

Hal yang istimewa tentang Beppu adalah letaknya yang juga berada di antara gunung dan lautan. Kampus APU sendiri berada di salah satu pegunungan di Beppu, untuk menuju ke sana memakan waktu selama 30 menit dengan menggunakan bus kota dari stasiun Beppu. Walaupun masih termasuk kampus baru, APU sudah dapat menarik banyak pelajar dari seluruh dunia, bahkan termasuk kampus yang memiliki mahasiswa terbanyak negaranya.

Tujuan kampus APU sendiri adalah pemahaman multikultural. Oleh karena itu mereka mendorong para mahasiswa untuk membiasakan diri dengan lingkungan multikultural tersebut. APU fokus mempersiapkan para mahasiswanya untuk memegang andil dalam dunia internasional. Oleh karena itu kelas-kelas yang ditawarkan di APU cenderung memiliki hubungan dengan dunia internasional.

Program belajar yang ditawarkan APU adalah program Undergraduate dan Graduate. Untuk program Undergraduate ditawarkan dua macam fakultas, International Management atau Asia Pacific Management (APM) yang melingkup Accounting dan Finance, Marketing, Strategic Management dan Organization, dan Innovation dan Economics, sedangkan Asia Pacific Studies (APS) terdiri atas Environment dan Development, Culture, Society dan Media, International Relations dan Peace Studies dan Tourism dan Hospitality.

Untuk jurusan Tourism and Hospitality (TH) jadi jurusan yang bergengsi karena pada awal tahun 2018, APU mendapat TedQual Certification dari Badan Organisasi Dunia Pariwisata (UNWTO) untuk kampus yang mempunyai kualitas pendidikan, penelitian, dan program pelatihan pariwisata yang baik. Sertifikasi ini membuat APU menjadi salah satu dari dua institusi di Jepang dan jadi satu-satunya kampus swasta di Jepang yang mendapat sertifikasi TedQual.

Lingkungan yang multikultural tidak membuat para mahasiswanya untuk tidak bisa menunjukan adat dan kebudayaan dari negara mereka masing-masing. Setiap semesternya APU memberikan kesempatan untuk mahasiswa menyelenggarakan Multicultural Week untuk memperkenalkan budaya dan kesenian mereka masing-masing.

Ada INA Week untuk seni budaya Indonesia, Thai Week untuk Thailand, Nepali Week untuk Nepal, Srilanka Week, Japanese Week, dan masih banyak lagi. Dalam seminggu mahasiswa-masiswa dari negara tersebut “menyulap” Kampus APU dengan atribut dari negara penyelenggara, tidak hanya mahasiswa dari negara tersebut, tetapi juga ikut mengajak mahasiswa lain untuk bergabung bersama untuk mengadakan pergelaran, bahkan mereka juga melakukan audisi untuk para peserta pertunjukan.

Rangkaian acara yang biasa diselenggarakan di Multicultural Week adalah parade pakaian daerah, pameran makanan tradisional di kafetaria, dan acara-acara kebudayaan lainnya setiap harinya yang ditutup dengan Grand Performance di malam puncak setiap Jumat malam.

Untuk INA Week biasanya mahasiswa Indonesia melakukan pameran pakaian tradisional Indonesia yang bisa dicoba oleh mahasiswa lain, pameran makanan tradisional hingga pertunjukan sendratari Indonesia dengan konsep yang menarik setiap tahunnya.

Salah satu tarian andalan di INA Week adalah tarian ratoh jaroe dari Aceh, walaupun di sini mereka menyebutnya dengan nama tari saman. Tarian ini menjadi salah satu yang diminati karena gerakan yang rancak dan juga membutuhkan kerja sama antarpenari. Tarian yang jadi tarian pembukaan Asian Games 2018 ini juga menjadi salah satu ikon tarian Indonesia yang sering ditampilkan oleh mahasiswa untuk diundang oleh pemerintah untuk ditampilkan di banyak acara.

Kampus merah ini juga menyediakan beberapa kelas spesial yang dapat membantu para mahasiswa untuk mengerti lebih dalam tentang budaya Jepang, di antaranya kelas Japanese Traditional Arts seperti Upacara Minum Teh, Ikebana, dan Tarian Tradisional Jepang. Untuk kegiatan di luar kelas ada 277 klub ekstrakurikuler, atau biasa disebut circle dari klub dengan berbagai macam kebudayaan Jepang, beragam klub olahraga, tari tradisional dan modern, klub akademis, riset, dan sosial, bahkan klub untuk volunteering.

Selain Multicultural Week APU juga menyelenggarakan festival pada saat musim gugur tiba yang bernama Tenku Festival. Ini menjadi kesempatan untuk semua circle tersebut dapat berkumpul dan bersosialisasi antarsesama circle dengan mempersembahkan suatu pertunjukan atau pun membuka lapak untuk dapat berjualan makanan dan minuman layaknya suatu bazaar yang berada di tengah-tengah kampus. Tidak hanya untuk mahasiswa dan pihak kampus, tetapi juga dibuka untuk masyarakat umum.

APU juga memberikan banyak beasiswa untuk mahasiswa yang akan kuliah di sana dan sedang berkuliah di sana, selain itu juga kampus memberikan kesempatan mahasiswa untuk bekerja paruh waktu di kampus sehingga membuat mahasiswa terbiasa masuk dalam dunia kerja dan juga bisa merasakan ikut andil bersama dalam membantu proses belajar mengajar.

Salah satu keberhasilan APU adalah ikut membantu perubahan Kota Beppu yang awalnya menjadi kota pensiunan menjadi kota yang dinamis dan internasional. Membuat Beppu menjadi kota yang menjadi tujuan pendidikan dunia, hal ini juga yang membuat APU masuk ke dalam daftar 10 kampus terbaik di Jepang.[]

*Master Student of Tourism and Hospitality at Ritsumeikan Asia Pacific University

KOMENTAR FACEBOOK