Generasi Milenial Dalam Pusaran Era Digital

Ahmadi M. Isa.

Oleh Ahmadi M. Isa, M.Pd*)

Globalisasi merupakan perkembangan zaman secara menyeluruh dari berbagai aspek. Revolusi dari zaman ke zaman hingga ke tahap peradaban manusia seperti sekarang ini, adalah salah satu keberhasilan ilmu pengetahuan yang mengubah dunia. Tahapan demi tahapan teknologi terlalui sehingga menuju ke teknologi modern atau yang sering kita kenal dengan teknologi digital.

Thomas L Friedmen membagikan globalisasi ke dalam tiga tahapan, yaitu globalisasi yang menggunakan teknologi tenaga kuda, tenaga uap, tenaga angin dan tenaga air. Tahapan ini disebut tahapan globalisasi 1.0. 

Selanjutnya tahapan kedua menggunakan teknologi mesin, karena pada masa tersebut atau tepatnya pada abad ke 18 lahirnya revolusi industri dan dinamakan dengan tahapan revolusi 2.0. Pada masa itu perusahaan adalah penggerak utama untuk merubah yang manual menjadi mekanik.

Kemudian masuklah ke tahapan ketiga atau globalisasi 3.0 yang mana kehidupan manusia diwarnai dengan menggunakan teknologi digital. Pada masa ini dunia terasa menjadi kecil, yang jauh menjadi dekat, yang tersembunyi menjadi nampak, bisa berkomunikasi dari berbagai arah tanpa penghalang ruang dan waktu. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa globalisasi sekarang sudah ke era 4.0 yang mana segala peradaban manusia sudah dikuasai oleh dunia virtual atau dikenal dengan nama internet of things.

Lebih lanjut, Steve Jobs pernah mengatakan bahwa “akan terjadi masa transisi di mana komputer akan menjadi alat komunikasi yang baru, dan komputer menjadi stasiun di mana pengguna mencurahkan semua isi pikiran dan perasaannya, maka kita dapat mengetahui orang itu seperti apa hanya dengan menanyai komputer yang ia gunakan semasa hidupnya”.

Zaman akan berubah seiring berkembangnya ilmu pengetahuan. Perkembangan ilmu pengetahuan melahirkan ambisi manusia menciptakan sesuatu di luar nalar yang mematahkan teori-teori klasik. Tidak ada lagi batasan di bumi ini untuk berkomunikasi, berjumpa, mencari informasi bahkan berbisnis pun sudah dijembatani oleh media yang kita sebut digital.

Zaman digital adalah zaman yang memberi kemudahan bagi manusia. Seolah tidak ada lagi hambatan bagi manusia dalam melakukan setiap aktivitas. Media digital bisa didapatkan di dalam komputer, smart phone dan rancangan teknologi lainnya yang selalu dibawa oleh manusia untuk memuaskan keinginannnya. Setiap sendi kehidupannya selalu ditemani oleh benda tak bernyawa dari yang berukuran segenggam tangan sampai sekecil biji bayam.

Lalu, apa pengaruhnya bagi generasi millennial?

Secara sosio kultural media digital telah menghilangkan budaya jabat tangan, telah mengikis budaya sapaan.Dengan demikian, lambat laun sosialisasi secara fisik akan hilang dan manusia lebih bersifat individualisme. Hal yang demikian sering kita jumpai di sekeliling kita, banyak kita temui orang yang hanya menyimukkan jari-jemarinya dengan gadgettanpa menghiraukan keadaan sekitar. Sehingga seseorang akan lebih menikmati keberadaannya sendiri sekalipun berada diantara orang banyak.

Pengaruh selanjutnya yang sering kita dapati adalah sebagai media penyebar konten negatif dan fitnah. Media digital yang serba instan dan cepat dapat membawa informasi secepat hitungan detik tanpa melewati tahap penyaringan.Seluruh informasi dapat disebarkan secara mentah dan dapat dibaca oleh semua orang. Sehingga ujung-ujungnya yang berkonten hoax dan negatif diserap seluruhnya oleh pengguna media. Apabila terserap oleh pengguna media yang kurang bijaksana maka akan menjadi fitnah dan merugikan orang lain yang akhirnya melahirkan tindakan kriminal. Lebih lanjut, apabila gambar dan video yang berkonten negatif menjadi tontonan bagi anak-anak, maka akan membunuh mental dan masa depan anak.

Masih banyak lagi pengaruh negatif media digital bagi generasi millenial, akan tetapi pengawasan adalah hal utama untuk menyelamatkannya. Dampingi mereka ketika menggunakan gadget dan batasi mereka berselancar di dunia maya. Sosialisasi dari dini dan kenalkan konten positif yang membawa kemajuan.

Apa yang harus generasi millenial lakukan?

Tepat dalam memilih media, cerdas dalam mencari informasi, dan cermat membagikan informasi. Gunakan media digital untuk mengenal orang lebih banyak dan untuk mengetahui dunia lebih luas. Zaman sudah membuka mata untuk melihat yang terhalang tembok besar, zaman sudah membuka telinga untuk mendengar yang terhalang gelombang udara. Era digital disiapkan untuk generasi millenial. Generasi yang mampu menembus jarak dan waktu.         

*)Penulis adalah tenaga kependidikan di SMA 1 Trienggadeng, Pidie Jaya.           

KOMENTAR FACEBOOK