Kadin Tawarkan Aceh Jadi Lokasi Perakitan Mobil Produksi India

ACEHTREND.COM, Jakarta – Perusahaan otomotif India, Mahindra Group, menyatakan ketertarikannya melakukan kerja sama pengembangan industri otomotif dengan Indonesia.

Kerja sama itu tertuang dalam kesepakatan antara Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) dan Kadin Aceh dengan Mahindra group yang berlangsung di gedung BPKM, Jakarta pada Rabu (23/1/2019).

Secara rinci, President Chief Operating member Mahindra Group, L Ravichandran mengatakan, perusahaan otomotif raksasa asal India itu akan mengadakan kerja sama mengekspor perdana mobil berbagai jenis ke Indonesia.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem kepada aceHTrend mengaku, minat dan kerja sama investasi otomotif tersebut mendapat respons positif darinya.

“Insyaallah pada 15 Maret nanti Mahindra Group akan ekspor perdana ke Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan mencari lokasi industri perakitan mobil. Pada pertemuan kemarin, Kadin Aceh menawarkan Provinsi Aceh akan dijadikan lokasi perakitan mobil nanti. Awal Februari nanti, mereka akan ke mari ke Aceh untuk survei lokasi,” ujar Mualem.

Mualem mengatakan, perjanjian kerja sama dunia otomotif untuk memenuhi kebutuhan populasi di Aceh dan Indonesia pada umumnya yang tak kalah besar. Harapannya, Aceh ke depan ditargetkan menjadi pasar potensial pengembangan industri otomotif.

“Aceh dan India secara historisnya sudah melakukan perjanjian kerja sama yang lama. Begitu dengan saat ini, hubungan bilateral kita dengan India sangatlah dekat dan untuk ke depannya perlu adanya perjanjian kerja sama yang lebih erat lagi. Apalagi jumlah populasi ASEAN yang kian meningkat sehingga industri otomotif semakin berkembang pesat,” ujar Mualem.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Umum Kadin Aceh, Jamaluddin. Menurutnya, kerja sama dunia otomotif dengan India membuktikan bahwasanya Aceh sudah menjadi zona aman untuk berinvestasi. Ini juga berpeluang untuk membuka pusat lapangan kerja di berbagai sektor di Provinsi Aceh. 

“Kita nantinya akan menawarkan dua lokasi untuk dijadikan pusat industri perakitan mobil. Kedua lokasi tersebut adalah BPKS Kota Sabang dan Kawasan Industri Aceh (KIA). Mohon dukungan dan kontribusi positif dari seluruh elemen masyarakat Aceh,” ujar Jamaluddin.[]

KOMENTAR FACEBOOK