YARA Tantang Kapolres Usut Seluruh Galian C Ilegal di Abdya

Ketua YARA Abdya, Miswar, SH

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kabupaten Aceh Barat Daya menantang Kapolres Abdya untuk memproses semua galian C ilegal yang beroperasi di Abdya.

“Kita tantang Kapolres untuk memproses semua galian C ilegal yang beroperasi di Abdya. Namun demikian kita juga memberikan apresiasi terkait diproesesnya salah satu galian C ilegal yang ada di Babahrot. Tapi Kapolres jangan lupa, masih banyak galian C ilegal yang memang harus ditindak secara hukum,” ujar Ketua YARA Perwakilan Abdya, Miswar, kepada aceHTrend di Kantor YARA Abdya di Blangpidie, Kamis (24/1/2019).

Miswar menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun YARA Abdya, setidaknya ada 16 galian C ilegal yang beroperasi di tujuh kecamatan di kabupaten itu. Di antaranya galian C di Gampong Alue Penawa, Alue Jerjak, Ie Mirah, dan Pantee Rakyat. Semuanya berada di Kecamatan Babahrot.

Sementara di Kecamatan Kuala Batee, galian C ilegal beroperasi di Gampong Panto Cut, Gelanggang Gajah, dan Gampong Tengah. Untuk Kecamatan Jeumpa, galian C ilegal beroperasi di Gampong Ladang Neubok.

Miswar menyebutkan, untuk wilayah Kecamatan Blangpidie, galian C ilegal beroperasi di Gampong Guhang, Panton Raya dan Gampong Mata Ie. Sementara di Kecamatan Setia, galian C ilegal berada di Gampong Rambong.

Untuk Kecamatan Tangan-Tangan kata Miswar, galian C ilegal beroperasi di Gampong Adan. Sementara di Kecamatan Lembah Sabil, galian C ilegal itu berada di Gampong Kayee Aceh, Gelanggang Batee, dan Gampong Ujong Tanoh.

“Penambangan galian C ilegal itu meliputi berbagai jenis, ada yang pasir batu (sirtu), batu gunung, pengolahan batu aspal, dan tanah gunung. Bahkan di satu gampong ada tiga galian C ilegal beroperasi,” jelas Miswar.

Miswar merincikan, dari tujuh kecamatan tersebut, di Kecamatan Babahrot terdapat lima galian C ilegal, empat di Kuala Batee, satu di Jeumpa, empat di Blangpidie, satu di Setia, satu di Tangan-Tangan, dan tiga di Kecamatan Lembah Sabil.

“Anehnya, galian C ilegal yang berada di Gampong Guhang yang keberadaannya di pinggir jalan umum masih beraktivitas sampai dengan hari ini. Galian C itu jangankan masyarakat, Kapolres saat melintasi jalan tersebut saya rasa juga jelas melihat aktivitas galian C itu. Anehnya sampai hari ini tidak ditindak, apakah ada yang diistimewakan dalam galian C ilegal ini,” beber Miswar.

Miswar mendesak agar Kapolres Abdya menjalankan amanah Undang-Undang Dasar (UUD) Pasal 27 Ayat 1 yang menegaskan bahwa semua warga negara sama kedudukannya di dalam hukum (Equality before the law).

Dengan demikian sebut Miswar, semua orang harus diperlakukan sama di bawah hukum tanpa memandang ras, gender, kebangsaan, warna kulit, etnis, agama, atau karakteristik lain tanpa hak istimewa, diskriminasi, atau bias.

“Kalau Polres tidak bisa memberlakukan kesamaan hak, maka kami YARA Abdya juga akan menyurati Polda dan Mabes Polri terkait dengan galian C ilegal yang tidak diproses hukum dan melampirkan dokumen-dokumen galian C yang tidak mengantongi  izin,” pungkas Miswar.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK