SBY dan Aceh

Sore itu, pukul 14.45 WIB, di Istana Merdeka, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak sendiri. Bersama Jusuf Kalla, mata SBY fokus ke layar televisi. Awalnya rona gelisah masih terbaca, namun sejurus kemudian, raut wajah syukur langsung terlihat, dari senyum khasnya terbaca, ia baru saja berujar alhamdulillah.

Hari itu, Senin 15 Agustus 2005, Helsinki masih pagi, sekitar pukul 9.30 waktu setempat. Di layar kaca terlihat Hamid Awaluddin dan Malik Mahmud menandatangani MoU Helsinki, disaksikan Martti Ahtisaari, sebagai juru runding.

Hamid dan Mahmud langsung bersalaman. Ahtisaari juga meletakkan kedua tangannya di atas tangan Hamid dan Mahmud. Di Jakarta, SBY menjabat tangan Jusuf Kalla, keduanya lega karena akhirnya dapat mengakhiri konflik keras dan panjang Aceh – Indonesia.

Peristiwa 14 tahun lalu itu tentu menjadi moment penting bagi SBY terkait Aceh, sekaligus menjadi momentum yang memungkinkan SBY memaksimalkan kerja rehabilitasi dan rekontruksi Aceh paska rusak parah akibat bencana gempa yang menimbulkan tsunami, 26 Desember 2004.

Setelah berkerja memulihkan Aceh sejak 16 April 2005 melalui BRR NAD – Nias, pada 17 April 2009, bertempat di Istana Negara, SBY mengakhiri tugas berat BRR NAD – Nias.

Tugas dan kerja terkait Aceh memang sudah berakhir, namun seluruh kenangan itu tidak mungkin bisa dilupakan SBY, hingga saat ini, ketika Presiden RI dua periode ini kembali mengunjungi Aceh dalam lawatan Tour Toba – Seulawah, 24-28 Januari 2019 di 10 daerah di Aceh.

Kenangan SBY atas Aceh makin tidak akan bisa dilupakan bila mengenang momen Pilpres 2004 dan Pilpres 2009 yang mampu meraih kemenangan mutlak di Aceh. Bayangkan, pada Pilpres 2009 SBY berhasil mendulang suara yang fantastis (99,3 persen), perolehan suara di atas rata-rata nasional.

Kenangan paling mutakhir SBY dengan Aceh terjadi pada 4 Agustus 2016. SBY melalui Partai Demokrat memutuskan mengusung pasangan Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah menjadi pasangan yang akhirnya keluar sebagai pemenang pada Pilkada 2017.

Kini, kunjungan SBY ke Aceh disambut Nova Iriansyah, yang notabene adalah kader Partai Demokrat. “Selamat datang Pak SBY, Bapak Perdamaian Aceh, Bu Ani dan rombongan di negeri bertuah dan penuh kenangan,” ujar Nova Iriansyah.

KOMENTAR FACEBOOK