Tokoh Aceh di Yan Kedah Bertekad Pertahankan Identitas Aceh di Malaysia

Syahidi, tokoh Aceh di Yan, Kedah (tengah), Ir H Kharuddin M Noor (kiri) usai berdiskusi tentang pentingnya mempertahankan identitas Aceh di rantau.

ACEHTREND.COM – KEDAH – Sejak ratusan tahun lalu orang Aceh sudah menetap di Negeri Kedah, Kerajaan Malaysia. Mereka memilih tempat di daerah Yan, dan sekarang dikenal sebagai Kampung Acheh.

Meski tinggal jauh dari kampung halaman, orang-orang Aceh di Yan, Kedah, mampu mempertahankan identitas keacehan sampai saat ini.

Mereka berbicara menggunakan bahasa Aceh asli, dan mempertahankan tradisi lainnya seperti mengadakan pengajian untuk anak-anak di meunasah, khanduri maulid, tadarrus pada malam bulan Ramadan dan lain-lain.

Mereka mewariskan tradisi keacehan dan penggunaan bahasa Aceh kepada anak-anak dan orang-orang dekat.

“Saya menikah dengan orang Melayu. Saya mengajarkan isteri bahasa Aceh sampai lancar berbicara. Semua anak saya berbicara menggunakan bahasa Aceh di rumah dan di kampung,” kata Syahidi bin Abdullah, Keuchik Kampung Acheh, Yan, Kedah kepada aceHTrend, Rabu (23/1/2019) di meunasah setempat.

Syahidi menambahkan, bagi Aceh di Yan yang menikah dengan non-Aceh dia selalu menyarankan untuk mengajari pasangannya akan bahasa Aceh. “Itulah cara kami mempertahankan identitas Aceh di rantau,” katanya.

Syahidi mengaku setiap tahun pulang ke Banda Aceh. Dia merasa sedih dan kecewa melihat anak-anak muda di Aceh enggan bertutur dalam bahasa Aceh.

“Saya saksikan di Pasar Aceh banyak anak Aceh tidak mau cakap bahasa Aceh. Berbeda dengan kami di rantau yang dengan bangga bertutur dengan bahasa Aceh,” ujarnya.

Sementara pengusaha asal Aceh di Jakarta, Ir. H. Kharuddin M. Noor, merasa penasaran akan keberadaan minoritas orang Aceh yang mampu mempertahankan identitasnya di Kedah. Ia pun secara sengaja datang untuk menyaksikan orang-orang Aceh di Yan, Kedah.

“Luar biasa. Saya salut kepada orang-orang Aceh di Yan, Kedah. Kami di Jakarta yang masih dalam NKRI tidak mampu berbuat seperti itu,” kata Khairuddin usai bincang-bincang dengan Syahidi di Kampung Aceh.

“Insya Allah saya berniat membawa istri dan anak-anak saya ke mari agar mereka melihat betapa penting mempertahankan identitas diri walau dalam situasi sulit sekali pun,” sambung Khairuddin yang kelahiran Kampung Aree, Pidie, itu.[]

KOMENTAR FACEBOOK