Jurnalis dan Mahasiswa di Lhokseumawe Minta Jokowi Cabut Remisi untuk Pembunuh Wartawan

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Organisasi wartawan dan mahasiswa di Lhokseumawe menggelar aksi bersama meminta Presiden Jokowi mencabut remisi yang diberikan untuk Susrama, terpidana kasus pembunuhan wartawan koran Radar Bali bernama AA Prabangsa, Sabtu (26/1/2019).

Keputusan itu tertuang dalam Kepres No. 29 tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan dari Pidana Penjara Seumur Hidup Menjadi Pidana Sementara tertanggal 7 Desember 2018.

Ketua AJI Kota Lhokseumawe, Agustiar mengatakan bila Susrama merupakan satu dari 115 terpidana yang mendapatkan keringan hukuman tersebut.

“Kami menilai kebijakan semacam ini tidak arif dan memberikan pesan yang kurang bersahabat bagi pers Indonesia,” tegas Agustiar.

Susrama diadili karena kasus pembunuhan terhadap Prabangsa, 9 tahun lalu. Pembunuhan itu terkait dengan berita-berita dugaan korupsi dan penyelewengan yang melibatkannya oleh Prabangsa di harian Radar Bali, dua bulan sebelumnya.

Dari hasil penyelidikan polisi, pemeriksaan saksi dan barang bukti di persidangan membuktikan Susrama merupakan otak di balik pembunuhan itu.

Para jurnalis dan mahasiswa menandatangani petisi dan segera dikirimkan kepada Jokowi dengan alamat Istana Negara.

“Kami juga mengecam kebijakan Presiden Joko Widodo yang memberikan remisi kepada pelaku pembunuhan keji terhadap jurnalis,” ujarnya.

Dia menyebutkan gerakan untuk menolak remisi itu terus dilakukan di seluruh Indonesia hingga Jokowi mencabut keputusannya.

Kebijakan presiden yang mengurangi hukuman itu dinilai melukai rasa keadilan tidak hanya bagi keluarga korban, tapi juga bagi jurnalis di Indonesia.

“Tuntutan terakhir meminta Presiden Joko Widodo mencabut keputusan presiden pemberian remisi terhadap Susrama,” tegasnya.

Sejak kemarin hingga hari ini tercatat 25 aksi serupa digelar komunitas pers di seluruh Indonesia. Gerakan penolakan terhadap aksi itu terus digalang AJI Indonesia hingga Jokowi membatalkan putusannya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK