Dengan Seni, Dusun yang Dulunya Kumuh Kini Jadi Instagramable

Salah satu gang di Gampong Seutui Banda Aceh yang disulap menjadi instagramable. @aceHTrend/Yelli Sustarina

Dengan sentuhan seni semua menjadi indah. Bahkan kawasan perumahan di bantaran Krueng Dho, Dusun Kerinci, Gampong Seutui, Banda Aceh yang dulunya tampak kumuh, kini disulap menjadi sangat instagramable dengaan adanya lukisan-lukisan atau mural di dinding rumah warga. Lukisan warna-warni membuat kawasan ini menjadi terlihat hidup, ceria, dan segar.

Pada Minggu (20/1/2019) pekan lalu, aceHTrend mengunjungi kawasan tersebut. Lokasinya ada di Jalan Teuku Umar, masuk melalui lorong sebelum toko JM Jeungki Mali Medical.

Sekitar 50 meter dari lorong tersebut sebelah kiri terdapat gang yang dipenuhi mural dengan cat warna-warni. Mural tersebut juga menghiasi dinding rumah warga sampai ke Bantaran Krueng Dho.

Saat pertama kali memasuki daerah bantaran Krueng Dho ini, ada rasa khawatir karena tidak satu pun orang yang dikenal dari desa tersebut. Ternyata kekhawatiran itu hilang setelah beberapa warga tersenyum ramah dan menyambut baik tamu yang berkunjung di kampung  mereka. Mereka juga mau melayani orang yang bertanya kepada mereka dan mengizinkan rumah mereka dijadikan spot foto. Tidak ada biaya apa pun ketika memasuki daerah ini, bahkan kita bisa sepuasnya berswafoto dengan objek mural yang bermacam-macam

Setiap kali berpapasan dengan warga setempat, selalu disambut dengan senyuman layaknya berada di daerah luar. Pengalaman ini membuat kita merasakan sensasi seolah-olah seperti sedang berwisata di kampung orang.

Satu lagi yang membedakan tempat ini dengan kebanyakan gampong di Aceh ialah rumah antarwarga sangat rapat dan padat. Berbeda dengan rumah di Aceh yang pada umumnya mempunyai halaman yang luas.

Ternyata warga yang tinggal di daerah ini kebanyakan pendatang. “Mereka berprofesi sebagai pedagang dan rata-rata memang banyak dari Jawa,” ujar Zul, salah satu warga yang saat itu sedang melukis mural di salah satu dinding rumah warga.

Menurut Zul, mural yang dikerjakannya itu merupakan salah satu inisiatif warga untuk mempercantik dusun mereka. Mulanya ini merupakan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) sebagai gerakan memperindah kawasan hunian. Kemudian atas inisiatif warga dan dibantu oleh dosen dan mahasiswa Institut Seni Bahasa Indonesia (ISBI) daerah ini dipercantik dengan lukisan mural.

“Mulanya kami dibantu dua hari oleh mahasiswa ISBI untuk pengerjaan mural ini, tapi karena kita mempunyai bakat seni lukis ya kita lanjutkan saja kegiatan ini. Tujuannya kan memang untuk memperindah dusun kita dan enak dipandang,” kata Zul yang juga merupakan seorang seniman.

Kini warga yang berada di Dusun Kerinci ini, terus memperbanyak lukisan mural di dinding rumah mereka. Harapannya tempat ini nanti menjadi kawasan yang bersih dan nyaman untuk ditinggali. Ditambah lagi dengan adanya lukisan mural yang berwarna-warni menjadi daya tarik warga Banda Aceh untuk datang ke tempat ini. Apalagi dengan keramahan warganya akan menjadi nilai tambah sebagai tujuan destinasi wisata berikutnya.[]

Editor : Ihan Nurdin   

KOMENTAR FACEBOOK