2020, Bireuen Sudah Harus Miliki Disporapar

ACEHTREND.COM,Bireuen- Kabupaten Bireuen memiliki berbagai potensi dari sisi pariwisata maupun talenta kepemudaan. Sayangnya hal tersebut tidak bisa dikelola dengan baik karena tidak adanya lembaga pemerintah yang berwenang mengelolanya.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bireuen Asnawi, Senin (28/1/2019).

Dalam kesempatan itu Asnawi mengatakan ada problem besar yang sedang dihadapi oleh angkatan muda di Bireuen, yaitu terbatasnya lapangan kerja. Padahal bila dilihat dari potensi daerah, Bireuen seharusnya mampu membuka kesempatan kerja kepada rakyatnya.

“Banyak sektor yang sebenarnya bisa digarap untuk menjawab persoalan lapangan kerja. Kita ini misalnya memiliki sektor pariwisata, baik view maupun kuliner serta sejarah yang memiliki ruang untuk dikembangkan. Tapi sayangnya, belum digarap serius,” kata lelaki yang akrab disapa Abon.

Dia mengatakan, pihak KNPI menilai bahwa wadah tempat menggagas ide yaitu Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, tidak dimiliki oleh Bireuen. Dia berharap tahun 2020 dinas tersebut sudah harus dibangun.

Fokus dinas tersebut tetap tiga hal, yaitu pada pengembangan pemuda secara umum, pengembangan pariwisata dan olahraga.

Dengam adanya Disporapar, tambah Abon, banyak pemuda Bireuen yang bisa dikirim ke luar negeri untuk studi banding, serta magang kerja. Kelak mereka yang sudah dikirim ke luar, selain telah memiliki pemahanan, wacana serta memiliki link dengan dunia luar.

“Saya tetap percaya bahwa tanpa melihat dunia luar yang telah lebih dulu maju, pikiran kita tidak akan terbuka. Maka, magang pemuda ke luar negeri adalah salah satu cara memupus minimnya lapangan kerja dan sulitnya usahawan baru lahir dari Bireuen,” kata Abon.

Dia berharap baik Pemerintah Bireuen dan DPRK pada tahun 2020 sudah melahirkan kembali Disporapar. “Kalau dinas itu tak ada, program kepemudaan takkan bisa dijalankan,” imbuhnya.

KOMENTAR FACEBOOK