Baitul Mal Aceh Santuni Tujuh Keluarga Mualaf di Aceh Barat

@baitulmalaceh

ACEHTREND.COM, Meulaboh – Tujuh keluarga asal Nias, Sumatra Utara yang berjumlah 22 orang yang baru saja menjadi mualaf di Aceh Barat mendapat santunan dari Baitul Mal Aceh. Santunan yang diberikan berupa uang tunai Rp1 juta per keluarga.

Bantuan diserahkan langsung oleh Plt Kepala Baitul Mal Aceh, Zamzami Abdurrani, yang ikut menyaksikan pensyahadatan para mualaf tersebut di Masjid Asyura, Seneubok, Aceh Barat, Senin (28/1/2019).

Pensyahadatan ini turut disaksikan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat Tgk Abdurrani Adian, Kapolres AKBP H Raden Bobby Aria Prakasa, perwakilan Kodim 0105 Aceh Barat, Kepala Desa Seuneubok Nazarudin, Kepala Baitul Mal Aceh Barat, dan perangkat desa setempat.

“Ini merupakan bantuan rutin dari Baitul Mal Aceh dan hak mereka yang baru memeluk agama Islam. Bantuan santunan ini untuk membantu kebutuhan sementara mereka,” kata Zamzami.

Zamzami menambahkan, bantuan dari Baitul Mal ini tidak berhenti sampai di sini saja, ke depan akan dibantu dalam bentuk program lainnya seperti program pembinaan syariat Islam, beasiswa kepada anak-anak mereka, dan beberapa program pemberdayaan ekonomi lainnya.

Ada pun ke-22 mualaf tersebut, yaitu Darman Zalukhu, Yusmar Zalukhu, Siti Linar Harefa, Melizaro Harefa, Senimar Harefa, Putri Harefa, Famoni Harefa, Timeria Zalukhu, Ofoneo Mandrofa, Deniwati Arefa, Fenaman Zalukhu, Nitaria Zanara, Kurniawan Zalukhu, Ferdin Zalukhu, Seffian Abigail, M Farhan Zalukhu, Andra Karisman Zalukhu, Noverman Zalukhu, Ferisman Zalukhu, Epan Marwati Zalukhu, Adenince Zalukhu, dan Niskar Zalukhu.

“Kita bersyukur sudah bertambah lagi saudara seiman. Kita berharap mereka terus belajar Islam dan tetap teguh dalam agama ini,” jelas Zamzami.

Mualaf kata Zamzami, merupakan salah satu senif penerima zakat, karena itu Baitul Mal memberi perhatian khusus kepada mereka, baik yang baru maupun yang lama. Saat  ini Baitul Mal Aceh juga sedang mendata semua mualaf di seluruh Aceh dan mendeteksi apa kebutuhan mereka untuk dibantu.

Sementara itu, salah satu mualaf atas nama Darman Zalukhu mengatakan dirinya tanpa paksaan memeluk Islam. Ia terharu kebersamaan muslim dalam setiap kegiatan, sehingga membuatnya ingin menjadi bagian dari kebersamaan itu.

“Kami ingin seperti orang-orang muslim lainnya, maka kami mencari tokoh masyarakat yang bisa mensyahadatkan kami,” katanya.

Para mualaf tersebut bekerja di salah satu pabrik kelapa sawit di Aceh Barat Daya. Namun karena beberapa rekan mereka yang sudah lebih dahulu menjadi mualaf tinggal di Meulaboh, Aceh Barat maka mereka disyahadatkan di Aceh Barat.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK