Sabun Cuci Piring “Mak Rah Pireng” Bimbingan Unsyiah Raih Juara di London

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Salah satu Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) yang dibimbing Inkubator Bisnis Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Mak Rah Pireng, berhasil meraih penghargaan di Program Leaders in Innovation Fellowship.

Produk sabun cuci piring ini berhasil menduduki posisi kedua di final pitch yang berlangsung di Royal Academy of Engineering’s, London, Jumat (25/1/2019).

Program yang didanai Newton Fund ini mengumpulkan para inovator terbaik dari beberapa negara di dunia untuk dilatih selama dua minggu. Di akhir pelatihan, para inovator memaparkan inovasi dan bisnisnya di depan para juri dan investor.

Ketua Inkubator Bisnis Unsyiah yang juga Wakil Rektor III, Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC, mengatakan Mak Rah Pireng merupakan satu dari sepuluh PPBT yang dikirim Kemenristekdikti untuk mengikuti program tersebut. Selain Mak Rah Pireng, Unsyiah juga diwakili oleh Yagi Natural yang merupakan produk kosmetik berbahan baku cokelat.

Ia mengapresiasi keberhasilan Mak Rah Pireng di kancah internasional. Keberhasilan ini diharapkan dapat memacu semangat pengusaha muda di Aceh, terutama di Unsyiah, untuk menghasilkan produk bermanfaat.

“Ini prestasi yang luar biasa. Semoga dapat memacu semangat pengusaha lain untuk semakin berkembang dan mengharumkan nama Aceh di kompetisi internasional,” ujar Alfiansyah melalui siaran pers, Senin (28/1/2019).

Sementara itu, Direktur Mak Rah Pireng, Nur Anindya, menjelaskan bila Mak Rah Pireng merupakan produk sabun cuci berbahan baku asam sunti (belimbing sayur yang dikeringkan). Bahan yang berasal dari belimbing wuluh ini dianggap ramah lingkungan dan mudah ditemui di seluruh negara tropis di dunia. Ia juga mengaku siap bekerja sama dengan semua pihak, termasuk investor Inggris yang tertarik untuk mengembangkan sabun cuci ini.

Mak Rah Pireng siap bekerja sama dengan siapa pun untuk mengembangkan produk ini, sehingga asam sunti dapat semakin dikenal di seluruh dunia,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK