Cara Ilham Akbar Menghindari dari Razia APK Pemilu

ACEHTREND.COM,Bireuen- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu)) Kabupaten Bireuen, bekerjasama dengan petugas penegak hukum di Bireuen, Selasa (29/1/2019) melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) peserta pemilu 2019 di sejumlah ruas jalan. Banyak APK caleg yang diturunkan.

Langkah penertiban itu sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 23 Tahun 2018 Tentang Kampanye Pemilu. Juga sesuai dengan Peraturan Bawaslu RI Nomor 28 Tahun 2018 Tentang Pengawasan Kampanye.

Keterangan yang disampaikan oleh Ketua Panwaslu Kota Juang Suryadi, S.Pd., penertiban dilakukan dijalan protokol dan di pinggir jalan negara.

“APK yang kami turunkan adalah yang melanggar aturan, seperti dipasang di tiang listrik, tiang telkom maupun pepohonan. Juga yang memenuhi syarat kampanye,” ujar Suryadi yang akrab disapa Dipa.

Suryadi mengatakan, harus dipahami bahwa yang ditertibkan adalah APK, bukan peraga lain yang tidak ada kaitannya dengan aturan yang telah ditetapkan.

Ia mencontohkan, baliho beberapa personal yang tidak mengaitkan dirinya dengan pemilu, walau ia adalah peserta pemilu, tidak diturunkan.

“APK yang dimaksud sesuai dengan aturan kampanye yaitu, adanya nomor caleg, logo partai dan nomor partai serta adanya visi dan misi dari caleg maupun partai tersebut,” jelasnya.

Promosi Tak Harus Melanggar

Salah satu yang menarik perhatian adalah billboard yang dipasang atas nama Ilham Akbar, Ketua Poros Muda Aceh. Yang bersangkutan adalah peserta pemilu 2019 untuk DPRA.

Di beberapa titik billboard Ilham Akbar dipasang dalam ukuran besar.

Menurut Ilham Akbar, sebelum memasang billboard pencitraan diri, dia terlebih dahulu mempelajari aturan yang ditetapkan oleh penyelenggara.

Ia kemudian merancang media perkenalan diri yang memenuhi unsur entertaiment tapi tidak melanggar aturan.

Billboard yang kami pasang memang untuk memperkenalkan diri secara lebih luas. Tapi tidak melanggar aturan. Tidak asyik juga bila tujuan promosi tapi melanggar aturan,” kata Ilham Akbar, Kamis (30/1/2019).

Ia juga mempelajari iklan rokok di televisi. Walau tujuan akhirnya adalah memperkenalkan produk mereka, tapi aturan beriklan tetap dipatuhi.

“Iklan rokok tak sekalipun ada ajakan untuk merokok. Bahkan iklannya bila sepintas dilihat, tak sedikitpun mengajak konsumen untuk membeli rokok produk mereka,” kata Ilham sembari tersenyum.


KOMENTAR FACEBOOK