Satu Terpidana Cambuk di Banda Aceh Gagal Dieksekusi

@aceHTrend/Hendra Keumala

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh hari ini melakukan eksekusi hukuman cambuk terhadap empat terpidana khalwat dan ikhtilat yang berlangsung di Halaman Meunasah Rukoh, Banda Aceh, Kamis (31/1/2019).

Mereka yang menjalani hukuman cambuk tersebut, yaitu SR (35), laki-laki,
dengan hukuman 22 kali cambuk setelah dipotong masa tahanan. AS (18), laki-laki, dan NS (18), perempuan, masing – masing 17 kali cambukan.

Sementara MF (40), perempuan, gagal menjalani hukuman cambuk karena yang bersangkutan mengalami penyempitan tulang belakang. MF divonis mendapat hukuman cambuk sebanyak 22 kali di depan umum setelah dipotong masa tahanan.

Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin pada kesempatan itu menyampaikan, hukuman cambuk ini dilakukan sesuai dengan Qanun Aceh No 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Menurutnya penerapan Qanun Syariah Islam ini sangat penting demi tegaknya Islam yang kafah dan dapat menciptakan suasana yang islami, Banda Aceh yang gemilang dalam bingkai bersyariah.

“Ini juga sebagai wujud Pemerintah Kota Banda Aceh memiliki komitmen dalam menjalankan dan menegakkan syariah Islam secara kafah,” kata Zainal Arifin dalam sambutannya.

Pada kesempatan itu Zainal juga mengingatkan hukuman cambuk tidak hanya untuk menahan rasa sakit dan rasa jera tapi juga menjadi iktibar untuk tidak mengulangi lagi.

“Kita semua belum tentu lebih baik dari mereka yang hari ini di cambuk. Tapi kita masih dilindungi oleh Allah yang masih menutup aib kita. Oleh karena itu mari kita jadikan kegiatan cambuk pada hati ini menjadi iktibar untuk kita semua,” tuturnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK