Tiba di Kampung Halaman, 14 Nelayan Aceh Timur Disambut Haru Keluarga

ACEHTREND.COM, Idi Rayek – Sebanyak 14 nelayan asal Aceh Timur yang sempat ditahan di Myanmar akhirnya bisa menghirup udara segar. Pagi tadi, tim Dinas Sosial Aceh dipimpin Sekdis Devi Riansyah dan Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Rohaya Hanum, mengantar langsung para nelayan tersebut ke Pendopo Bupati Aceh Timur, Kamis (31/1/2019).

Suasana haru dan isak tangis tak terbendung usai salat Subuh. Saat itu istri dan keluarga para nelayan berkumpul di Pendopo Bupati untuk bertemu mereka yang sudah lama ditahan di Myanmar.

Kepulangan para nelayan ke Aceh Timur disambut oleh Sekda Aceh Timur M. Ikhsan Ahyat. Para nelayan juga dipeusijuk oleh Imum Syik Mesjid Aceh Timur, Abi Gureb, yang disaksikan oleh Forkopimda Aceh Timur serta para keluarga nelayan yang sejak usai salat subuh sudah tiba di pendopo bupati.

Dalam sambutannya, Sekdinsos Aceh Devi Riansyah mengatakan, pemerintah baik tingkat provinsi maupun pusat tidak tinggal diam ketika ada warga yang bermasalah. Hal itu merupakan bukti keseriusan pihak pemerintah dalam upaya kepedulian terhadap masyarakat.

“Pemulangan saudara ini (nelayan-red) merupakan perjuangan yang luar biasa, bukan hal yang mudah, dan penjara di Myanmar itu di bawah otoritas Kementerian Dalam Negeri. Apa pun koordinasi yang dilakukan oleh RI melalui Kementerian Luar negeri ke Menteri Dalam Negeri Myanmar, sebenarnya ini hal yang sangat sulit dilakukan, akan tetapi alhamdulillah berhasil dipulangkan saudara kita ini,” katanya.

Devi juga mengajak semua pihak agar senantiasa bersyukur atas keberhasilan yang dicapai oleh pemerintah, dalam hal ini menyangkut pemulangan nelayan asal Aceh Timur dari Myanmar.

Di samping itu, adanya hubungan bilateral yang baik antar dua negara Indonesia-Myanmar, para nelayan tersebut mendapat pengampunan dari Presiden Myanmar.

“Ini anugrah Allah, saudara kita bisa pulang dengan selamat, apa pun alasannya, ini patut disyukuri,” sambungnya.

“Yang penting bapak-bapak ini sudah bisa berkumpul dengan keluarga kembali, kepada SKPD yang bersangkutan agar bisa memberikan pencerahan kepada nelayan tentang kelengkapan melaut, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Dua Anak di Bawah Umur

Dalam kesempatan tersebut, Devi juga meminta adanya perhatian khusus kepada dua nelayan yang masih di bawah umur. Menurut Devi belum selayaknya dua anak tersebut pergi melaut layaknya nelayan yang lainnya.

“Di antara 14, ada dua orang masih anak di bawah umur, hal itu tidak sesuai dengan undang-undang tenaga kerja. Mereka berdua jangan jadi nelayan untuk sementara, para SKPD harus melakukan koordinasi, yang pada intinya dua anak ini bisa sekolah dengan cara apa pun, baik melalui paket A, B dan C yang memang diakui negara,” ujar Devi.

Sementara itu, Pemerintah Aceh Timur yang diwakili oleh Sekda Aceh Timur menyampaikan, pihaknya akan menyerahkan dana bantuan sosial sebesar Rp5.000.000 per orang setiap nelayan yang ditahan di Myanmar.

Terkait dua anak di bawah umur yang sudah berprofesi sebagai nelayan, akan diupayakan sekolah kembali sesuai dengan harapan Pemerintah Aceh.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pemulangan para nelayan kami, negara memang selalu hadir untuk rakyat saat dibutuhkan,” ucap Sekda.[]

KOMENTAR FACEBOOK