KPI Minta Lembaga Penyiaran Siarkan Informasi Pilpres dan Pileg dengan Seimbang

ACEHTREND.COM, Manado – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis meminta lembaga penyiaran harus seimbang dalam memberitakan informasi terkait pemilihan presiden dan pemilihan legislatif.

Hal ini agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang utuh mengenai ajang pesta demokrasi yang berjalan serentak pada April 2019 nanti.

Ia menilai, ekspose pemberitaan pemilihan umum 2019 lebih condong pada kontestasi pemilihan presiden dan wakil presiden. Masyarakat tidak banyak diedukasi kalau ada empat kesempatan bagi mereka dalam memilih wakil-wakilnya sebagai anggota legislatif.

Untuk itu, KPI berharap, sosialisasi pemilu khususnya pemilihan untuk anggota DPR RI dan DPD RI lebih masif disiarkan televisi dan radio.

“Ini juga menjadi kesempatan bagi televisi lokal dalam menyiarkan calon anggota legislatif pada tingkat lokal,” ujar Yuliandre sebagaimana dikutip aceHTrend dari situs resmi kpi.go.id, Minggu (3/2/2019).

Yuliandre menilai, sekalipun saat ini teknologi digital berkembang demikian cepat dan menghasilkan media baru, kepercayaan publik terhadap media mainstream tetap tidak tergeser.

Sebagai produk dari sebuah industri penyiaran, televisi dan radio yang juga merupakan media mainstream hadir dengan koridor regulasi yang ketat. Dengan sendirinya, produk yang dihasilkan juga memiliki tingkat keshahihan yang tinggi. 

Dalam rangka pesta demokrasi 2019 ini, Yuliandre berharap lembaga penyiaran dapat mendiseminasikan pemilihan legislatif secara lebih masif.

“Termasuk memperkenalkan caleg-caleg ke tengah masyarakat. Dunia penyiaran kita harus mengambil peran sebagai agen perubahan. Apalagi, mata dunia saat ini tertuju pada Indonesia lewat hajatan politik ini,” ujarnya.[]

KOMENTAR FACEBOOK