Imbauan Gunakan Produk IKM, Pengusaha Bordir: “Itu Bagus Sekali”

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Pengusaha bordir dengan brand Pucok, Yuyun, mengaku senang dengan adanya imbauan Plt Gubernur Aceh untuk menggunakan produk-produk yang diproduksi oleh pengusaha industri kecil menengah (IKM).

“Bagus sekali, waktu dengar ada belanja yang besar untuk produk kerajinan seperti tas dan asesoris kami senang, semoga aja itu betul dan kami dari IKM dan UKM bisa dapat kecipratan juga,” kata perempuan yang membuka bisnis kerajinannya di Ilie, Banda Aceh, Senin malam (4/2/2019).

Menurut Yuyun, produk-produk kerajian Aceh khususnya souvenir sudah sangat bagus, baik di segi seni membordirnya, modifikasi motifnya, hingga desainnya juga sudah sangat bagus.

Yuyun menyebut keberadaan pengusaha kerajian hampir merata ada di seluruh Aceh. “Hampir seluruh Aceh ada dengan desain khas daerahnya masing-masing,” katanya.

Yuyun bersama Mufidah Kalla

Yuyun menyakinkan bila dirinya dan pengusaha lain akan bisa memenuhi permintaan yang dibutuhkan, seperti tas dan souvernir kebutuhan pelatihan dan seminar.

Istri Plt Gubernur bersama istri Jokowi

“Harganya mulai dari 45 ribu hingga 200 ribu untuk tas seminar,” infonya.

Yuyun mengaku sudah terjun dalam industri kerajinan sejak tahun 1999, khusus untuk produksi tas sejak 2015. Yuyun juga mengaku selalu ada belanja produk kerajinan dari SKPA.

“Paling besar tahun 2018, acara IDI se-Indonesia, mereka beli sekitar 2.300 tas dengan harga dari 75 ribu sampai dengan 200 ribu, jadi mereka belanja sekitar Rp200 jutaan,” katanya.

Tidak hanya untuk acara di Aceh, Yuyun juga mengaku pernah juga membuat 700 set tas untuk kegiatan Mabes Polri yang digelar di Jakarta tahun 2017.

Yuyun mengaku didukung 10 karyawan tetap, dan juga membangun kerja sama dengan pengrajin di rumah masing-masing. “Alhamdulillah ada 30 lebih keluarga yang mendukung,” sebut Yuyun yang baru-baru ini dikunjungi oleh istri Jokowi dan istri Jusuf Kalla ditemani istri Plt Gubernur Aceh.

“Jika ada pesanan sampai ribuan kita juga bisa berkerja sama dengan pengrajin-pengrajin dari daerah lain, jika ada pesanan 2.000 lebih bisa dikerjakan dalam waktu tiga bulan,” sebutnya.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengeluarkan imbauan kepada seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Kerja Aceh (SKPA) agar menggunakan produk-produk yang diproduksi oleh pengusaha industri kecil menengah (IKM) Aceh dalam setiap kegiatan.

Jubir Pemerintah Aceh Wiratmadinata membenarkan adanya himbauan dimaksud. “Imbauan itu disampaikan melalui surat imbauan bernomor 530/1313 dan dikeluarkan pada 25 Januari 2019 yang ditujukan kepada seluruh kepala SKPA,” sebut Wira.

Disebutkan, kebijakan ini dikeluarkan untuk mendukung perkembangan dan kemajuan IKM Aceh agar semakin tumbuh.

“Produk-produk tersebut, seperti aneka tas, produk makanan, fesyen, produk sabun dan aroma terapi, serta aneka produk kebutuhan rumah tangga lainnya yang sudah dipasarkan melalui pasar lokal, regional, dan global perlu dukungan Saudara dan stakeholder terkait,” kata Nova Iriansyah dalam surat imbauan tersebut.[]

KOMENTAR FACEBOOK