Sandiaga Uno: Soal Dapur Bukan Cuma Keluhan Emak-emak di Aceh Timur

ACEHTREND.COM, Idi Rayeuk – Cawapres Sandiaga Uno mengaku prihatin dengan perekonomian Aceh yang belum bangkit dari masa ke masa. Padahal kata dia, Aceh memiliki kekayaan alam luar biasa, tetapi masyarakatnya masih belum sejahtera.

“Kedatangan saya kali ini murni karena tidak berbicara isu politik. Pada intinya saya hanya menghadiri undangan alim ulama Aceh dan sekaligus merajut tali silaturahmi. Kali ini kita hanya bertukar pikiran soal ekonomi saja,” ujar Sandiaga Uno saat memberikan sambutan pada Muzakarah Ulama Vll Se-Aceh di Dayah Bustanul Huda, Gampong Alue Cek Doi, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Minggu (3/1/2019).

Sandi mengatakan, fokus pada pembicaraannya ialah menyangkut soal permasalahan ekonomi Aceh. Menurutnya, Aceh yang memiliki hasil kekayaan alam melimpah serta pemandangan alamnya yang indah menjadi modal awal terhadap peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat. 

Pada dasarnya, kekayaan alam Aceh sudah dikenal sejak masa kolonialisme Belanda hingga memasuki era kemerdekaan. Apalagi, Aceh merupakan salah satu provinsi penyumbang pesawat yang menjadi cikal bakal lahirnya garuda Indonesia.

“Padahal kita kenal Aceh dari dulu sejak nenek moyang kita sangat kaya melimpah. Di saat masyarakat lainnya di Indonesia masih memikirkan kebutuhan makan dan pakaian, tapi rakyat Aceh sudah menyumbang emas untuk membeli pesawat kepada negara. Tapi apa yang kita lihat sekarang? Rakyat Aceh masih belum merasakan kesejahteraan. Masih banyak yang belum merasakan keadilan secara ekonomi,” kata Sandi.

Sandi menambahkan, ada dua hal yang menjadi PR bersama terkait permasalahan ekonomi. Khususnya soal kaum emak-emak saat ini yang banyak mengeluh harga sembako mahal. Begitu juga halnya dengan kaum milenial mengeluhkan susah mencari lapangan pekerjaan.

“Keluhan soal dapur, tidak hanya menjadi keluhan kaum ibu di Aceh Timur. Jika kita terus bekerja keras dan bersama-sama membangun bangsa, insyaallah semua permasalahan akan selesai. Selama perjalanan, Mualem selaku abang saya banyak menceritakan segala permasalahan di Aceh. Begitu halnya dulu mengapa ia rela berjuang di pedalaman hutan yang semata-mata demi kesejahteraan rakyat Aceh,” ujar Sandi.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK