Tinggal Tulang Dibungkus Kulit, Hafsah Ubit Butuh Uluran Tangan Dermawan

Kondisi Hafsah Ubit yang sangat memprihatinkan

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Hafsah Ubit (41) wanita asal Gampong Ie Mameh, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya terbaring tak berdaya di rumah adiknya. Perempuan tersebut menderita sakit berat yang membuat tubuhnya tinggal tulang dbuingkus kulit.

Sebelum menderita sakit, Hafsah merupakan seorang ibu rumah tangga yang merangkap sebagai kepala keluarga. Ia menjadi tulang punggung keluarga untuk menghidupi suaminya yang menderita gangguan jiwa dan tiga anak perempuannya.

“Beliau dan anaknya sekarang tinggal dan dirawat di rumah adiknya. Beliau sakit sudah satu tahun, keadaannya sangat memprihatinkan, bahkan tubuh beliau hanya tinggal tulang,” ungkap Ketua Bidang Investigasi Koalisi Rakyat Bersatu (KRB) Kabupaten Abdya, Sayed Fadhli, yang didampingi Bendahara KRB Samsoel Kamal saat menjenguk Hafsah, Minggu (3/2/2019).

Sayed mengatakan, dari tiga orang anak Hafsah, dua di antaranya masih menempuh pendidikan di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Abdya. Sementara satu orang lagi sudah lama tamat SMP, tetapi tidak meneruskan lagi pendidikannya.

“Hidup mereka benar-benar sangat sedih, apalagi rumah mereka tergolong tidak layak huni. Untuk sementara waktu mereka hanya bisa pasrah dan meminta belas kasihan dari keluarga terdekat. Sedangkan dari pemerintah sendiri hingga kini belum menerima bantuan dalam bentuk apa pun,” jelas Sayed sebagaimana yang disampaikan kelurga Hafsah.

Dari pengakuan keluarga Hafsah, kata Sayed, penderitaan keluarga ini kian memuncak di kala sang suami, Ramli yang mengidap gangguan jiwa sudah lama menetap di Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan.

“Beliau pernah di rawat di RSU Teungku Peukan Abdya. Dari hasil pemeriksaan dokter, beliau ini mengidap penyakit tumor usus, sehingga pada saat itu beliau dirujuk ke Banda Aceh, sampai di sana beliau dikatakan mengidap penyakit ginjal, kemudian dibawa pulang kembali ke gampong untuk diobati dengan cara tradisional,” jelas Sayed.

KRB berharap agar pemerintah daerah setempat mengambil langkah untuk membantu Hafsah Ubit dari segi pengobatan dan lain sebagainya. Sebab Hafsah beserta dengan kelurganya sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah daerah Abdya.

“Kami dari KRB juga membuka pintu bagi siapa pun yang ingin membantu, boleh secara langsung, boleh juga dengan cara menghubungi pihak KRB, sebab beliau beserta tiga anaknya sangat membutuhkan uluran tangan kita semua,” pinta Sayed.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK