Warga di Sekitar Bekas Semburan Lumpur di Tanjong Minje Kesulitan Air Bersih

ACEHTREND.COM, Lhoksukon – Sejumlah warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi semburan lumpur di Desa Tanjong Minje, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara mengeluhkan kesulitan air bersih setelah kejadian semburan lumpur pada 23 Januari lalu.

Pasalnya, beberapa sumur warga kini telah tercemar dan muncul gelembung-gelembung dengan bau menyengat. Akibatnya, warga kesulitan air bersih untuk dikonsumsi dan untuk kebutuhan lainnya.

Warga menyampaikan keluhan tersebut kepada anggota DPR Aceh, Tgk. Muharuddin, yang berkunjung ke desa tersebut pada Minggu (3/2/2019). Warga berharap pemerintah memfasilitasi penyediaan air bersih

“Air sumur saya tidak bisa lagi digunakan karena sudah tercemar. Beberapa warga lainnya juga mengalami hal yang sama. Untuk keperluan minum, mandi, dan lain sebagainya, saya harus mengambil ke sumur warga yang rumahnya lebih jauh dari lokasi. Kami berharap pemerintah bisa memfasilitasi ketersedian air bersih ini,” curhat M. Nadir, salah satu warga kepada Tgk. Muharuddin.

Nadir merupakan salah satu warga yang sumurnya telah tercemar dan menimbulkan buih dengan bau yang menyengat.

Terkait curhat dan keluh kesah warga tersebut, Tgk. Muharuddin mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memfasilitasi ketersediaan air bersih demi kelangsungan hajat hidup mereka.

“Pemerintah harus memfasilitasi ketersedian air bersih terhadap beberapa kepala keluarga, ini penting karena menyangkut hajat hidup mereka,” kata politisi Partai Aceh tersebut.

Pantauan aceHTrend, kondisi lokasi bekas semburan lumpur bercampur gas tersebut saat ini terlihat seperti kubangan besar. Beberapa meter di sekelilingnya terdapat tumpukan lumpur yang mulai mengering. Sejumlah pohon yang ada di sekitarnya juga sudah mati akibat terkena semprotan lumpur.

Pada 31 Januari lalu, sejumlah kepala keluarga yang sebelumnya harus mengungsi telah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing. Namun saat ini mereka masih dilarang menyalakan api hingga adanya keterangan resmi dari pemerintah atau keluarnya hasil uji lab tim ahli dari Bandung.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK