Bukti Toleran, Umat Buddha di Aceh Nyaman Beribadah pada Hari Raya Imlek 2570

Umat Buddha beribadah di Vihara Dharma Bakti Jalan Panglima Polem Banda Aceh. @aceHTrend/Hasan Basri M Nur

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Warga Tionghoa, terutama yang menganut agama Buddha, terlihat nyaman beribadah di dua vihara yang terdapat di Jalan Panglima Polem Banda Aceh pada Hari Raya Tahun Baru Imlek 2570, Selasa (5/2/2019).

Amatan aceHTrend di dalam dan di teras Vihara Dharma Bhakti terpajang beberapa tempat penyembahan. Puluhan warga Tionghoa tampak duduk bersembahyang di hadapan patung dewa.

Sementara warga lokal tampak menyaksikan mereka sembahyang dari pagar. Beberapa fotografer tampak mengabadikan momen ini dari luar pagar.

Pertunjukan barongsang di belakang Vihara Sakyamuni.

“Tidak ada gesekan antaragama di Aceh. Semua umat beragama dapat beribadah dengan tenang dan nyaman,” kata Nasir Zalba, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Aceh menjawab aceHTrend, Selasa (5/2/2019).

Mantan kepala Kantor Kesbang Aceh itu menambahkan, walau mayoritas penduduk Aceh adalah muslim dan di Aceh berlaku regulasi Islam, tetapi hak-hak penganut agama lain tetap diberikan dan tak pernah ada gangguan.

“Dalam sejarahnya, warga Aceh sangat toleran. Etnis Tionghoa yang mayoritas Buddha dapat hidup berbaur dengan orang Aceh yang muslim. Demikian juga agama-agama lain,” sambung Nasir.

Senada dengan Nasir, tokoh Buddha di Aceh, Yuswar, menyatakan Aceh sangat aman dan masyarakatnya sangat toleran.

“Sangat aman, nyaman, tidak pernah ada gangguan sedikit pun,” kata Yuswar.

Sementara di belakang Vihara Sakyamuni, masih di Jalan Panglima Polem, tampak warga berkerumun. Di sana digelar atraksi barongsai. Di antara pengiring musik barongsai terdapat gadis yang mengenakan jilbab.[]

KOMENTAR FACEBOOK