Melalui Safari Maulid Aminullah Wujudkan Janji Politik

Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bersama PNS jajaran Kanwil Kemenang Aceh. Kegiatan ini dihelat di Lapangan Voly Kanwil Kemenag Aceh, Senin (7/1/2019).

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Salah satu komitmen Walikota banda Aceh sebelum menjadi kepala daerah adalah memperkuat ahlussunahwaljamaah. Hal tersebut dibuktikan dengan semakin gencarnya sang pemimpin menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad yang digelar oleh warga kota di berbagai tempat secara bergantian, selama lebih kurang tiga bulan lamanya.

Sepanjang peringatan maulid di Banda Aceh, Aminullah dan wakilnya Zainal Arifin selalu mencoba hadir. Bagi mereka memenuhi undangan maulid bukan saja memenuhi salah satu kewajiban muslim dalam hal silaturahmi. Tapi lebih dari itu adalah memeunuhi janji politik, yaitu memperteguh ahlussunah waljamaah, yang memiliki tradisi, salah satunya adalah maulid.

Senin (4/2/2019), Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dan Wakil Wali Kota Zainal Arifin mengadakan lagi-lagi melakukan safari maulid 1440 H ke sejumlah sekolah. Total ada empat undangan kenduri maulid yang dihadiri Amin-Zainal dan rombongan, yakni di SDN 24, SDN 57, SMPN 7, dan SMAN 3 Banda Aceh.

Di setiap sekolah yang dikunjungi, keduanya mendapat sambutan hangat dari dewan guru, komite sekolah, dan para siswa. Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan oleh Amin-Zainal untuk meninjau langsung kondisi sekolah sembari menampung aspirasi dari warga sekolah.

“Alhamdulillah, budaya maulid di Banda Aceh dari tahun ke tahun semakin meriah. Bukan hanya di sekolah, tapi juga di setiap masjid gampong hingga perorangan berlomba-lomba menggelar maulid,” kata Aminullah saat menyambangi SDN 24 di Gampong Kota Baru.

Menurutnya, selain sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, kenduri maulid yang lazim digelar selama tiga bulan penuh di Aceh juga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Satu contoh saja dari kuah beulangong yang  menjadi menu ‘wajib’ maulid. Di dalamnya ada daging, pisang, nangka, aneka bumbu dan rempah-rempah. Jika setiap sekolah, dayah, dan gampong menggelar kenduri maulid dengan undangan ratusan hingga ribuan orang, tentu sangat besar transaksi jual-beli yang terjadi di pasar,” ungkapnya.

“Belum lagi usaha katering, jasa angkutan, dan sektor-sektor lainnya yang juga kecipratan berkahnya. Jadi maulid nabi ini memiliki multiplier effect, bukan hanya dari sisi keagamaan semata,” tambah mantan Dirut Bank Aceh ini.

Masih menurut Wali Kota, maulid nabi sebagai event keagamaan terbesar di Banda Aceh juga tak pelak menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. “Berlangsung selama tiga bulan berturut-turut, dihadiri oleh begitu banyak orang, kumandang selawat, zikir, dan doa yang terus menggema, serta ragam kuliner khas Aceh yang tersaji; maulid nabi paling meriah ada di Banda Aceh.”

Ia pun mengajak para pelajar Banda Aceh untuk terus melestarikan budaya maulid pada masa-masa mendatang. “Mari kita lestarikan warisan budaya endatu yang sarat makna dan manfaat ini. Dan jangan lupa, Rabu 6 Februari 2019, Pemko Banda Aceh akan menggelar Maulid Raya di Lapangan Blang Padang. Insyaallah puluhan ribu tamu undangan yang hadir. Ayo kita sukseskan bersama,” pungkas Aminullah.

KOMENTAR FACEBOOK