Plt Gubernur Ajak Sektor Swasta Ikut Juga Menekan Angka Kemiskinan Aceh

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Pelaksana tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah mendorong kalangan private sector (sektor swasta) untuk juga menjadi agent penekan angka kemiskinan, target minimal 1 persen pertahun.

Untuk itu, Nova mengajak untuk berinvestasi di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, KEK Arun Lhokseumawe, dan Sabang.

“Kita jangan lagi mengejar investor dengan mou mou yang tidak kunjung nyata, mari kita yang ada di Aceh berinvestasi, mulai dari skala kecil sampai menengah saja dulu,” kata Nova Iriansyah saat meresmikan gedung BPR Mustaqin, Selasa (5/2).

Ajakan berinvestasi kembali ditegaskan Plt Gubernur Aceh dalam bincang-bincang dengan kalangan pelaku dunia usaha di Rumoh Aceh, yang ikut dihadiri Rektor Unsyiah dan Bupati Aceh Besar, Plt Sekda Aceh dan dua asisten Setda serta sejumlah SKPA, termasuk Kepala Perbendaharaan Negara, staf khusus dan TA gubernur Aceh.

Sebagai stimulus awal, di KIA Ladong Nova mengajak sektor swasta untuk berinvestasi dalam skala kecil hingga menegah dengan modal 5 M saja sudah cukup, misalnya untuk komoditas ayam, telur dan air kemasan. Nova mengatakan akan mengratiskan sewa tempat hingga lima tahun.

Untuk mendukung tumbuhnya iklim investasi di Aceh, Nova akan mendorong PDPA dan BPMA menjadi kendaraan utama sehingga tujuan memperbesar akumulasi pendapatan daerah juga tercapai.

Spot pariwisata juga menjadi perhatian Pemerintah Aceh. Kadis Pariwisata diminta untuk diminta memfollowup beberpa sektor potensial. “Ajak swasta, misalnya untuk membangun villa” kata Nova.

Menurut Plt BPKS, Plt. Bpks banyak aset yang bisa dimanfaatkan. “Sekarang lagi kita infentarisir aset aset mana yang bisa dimanfaatkan segera, nantinya akan kita buat e-lahan. Kita juga mengundang para Dinas agar sering-sering adaakan meeting di Sabang, Biar sama Rame,” kata Lazuardi.

Untuk mendukung KIA Ladong juga dibangun kerjasama dengan Kawasan Ekonomi Medan (KIM) sehingga dapat membantu pasar dan tenance.

“Penting juga mendorong industri Jasa, mereka juga tidak perlu kita tinggalkan. Kita terus mencari solusi untuk tidak lagi ketergantungan dengan Medan, telor dan beberapa komoditas yang bisa disediakan Aceh, perlu kita dukung,” tambahnya.

Plt. Gubernur mengingatkan bahwa Pemerintah Aceh hanya mungkin memberi stimulan guna memancing sektor swasta bergerak.

“Kita harus bangun optimisme, khususnya para pembisnis. B to B, tolong dibereskan sesama. Pemerintah hanya mendorong, dan asosiasi dunia usaha ayolah membenah. Pemenang itu adalah mereka yang melihat peluang dalam masalah,” sebutnya.

Plt Gubernur juga mendorong untuk manfaatkan DAK. “Pak Raudi, pelajari Pergub Gubernur Jawa Timur tertang Green Bean kopi tentang proteksionis. Dan pikirkan juga tentang Aceh Trade Canter,” kata Nova.

Terakhir, dalam dialog yang berlangsung interaktif itu Nova menyebut bahwa pertemuan dengan kalangan dunia usaha akan kembali dilakukan dan Disperindag menjadi PICnya.

KOMENTAR FACEBOOK