Pemko Sabang Terima ‘Rapor Kuning’ dari Ombudsman

ACEHTREND.COM, Sabang – Ombudsman RI Perwakilan Aceh menetapkan status ‘zona kuning’ untuk Pemko Sabang berdasarkan hasil survei kepatuhan pelayanan publik.

Rapor kepatuhan tersebut diserahkan oleh Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Dr. Taqwaddin Husin kepada Pemko Sabang yang diterima oleh Sekda Kota Sabang, Zakaria, di Balai Kota Sabang, Kamis sore (7/2/2019).

“Kota Sabang baru pertama kali kami lakukan penilaian tahun ini dan hasilnya berada pada zona kuning. Kita berharap tahun depan masuk dalam kategori zona hijau,” kata Taqwaddin.

Meski begitu, Dr. Taqwaddin mengapresiasi Pemko Sabang khususnya Dinas Perhubungan yang telah merespons keluhan warga mengenai tarif angkutan kapal.

“Yaitu memberikan diskon harga tiket kapal 20% terhadap warga yang ber-KTP Sabang untuk perjalan pergi pulang Banda Aceh – Sabang,” katanya.

Asisten Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Ayu Parmawati Putri, saat memaparkan hasil survei itu di depan sekda, asisten, dan para kepala dinas/badan mengatakan, instansi yang mendapat nilai kuning dan merah akan dilakukan evaluasi. Sedangkan yang mendapatkan nilai hijau akan diapresiasi.

“Selanjutnya Ombudsman menyarankan agar segala jenis perizinan di dinas-dinas agar dilimpahkan ke DPMPTSP,” ujar Ayu.

Berdasarkan hasil survei dari sembilan kabupaten/kota, tiga di antaranya masih kuning, yaitu Kota Lhokseumawe, Kota Sabang, dan Kabupaten Bireuen.

“Ketiga daerah ini akan dilakukan survei ulang terhadap pemenuhan standar pelayanan publiknya yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Adapun enam daerah yang hijau, yaitu Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Bener Meriah, Kota Langsa, dan Pemerintah Aceh,” kata Ayu.

Sementara Sekda Kota Sabang, Drs. Zakaria, M.M mengatakan akan merespons hasil survei dari Ombudsman. “Kami akan menindaklanjuti hasil survei yang disampaikan oleh pihak Ombudsman Aceh, karena semua itu demi kepentingan publik. Kami akan memperbaiki di mana kekurangan tersebut,” kata Zakaria dalam pertemuan tersebut.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK