Penyebab Nyeri pada Payudara

Ilustrasi

Menjaga kesehatan payudara sama pentingnya dengan menjaga dan merawat organ vital lainnya. Bagi perempuan, payudara memiliki fungsi utama sebagai organ untuk memproduksi ASI, khususnya bagi mereka yang sedang menyusui.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan Kementerian Kesehatan pada 2013, kanker payudara termasuk salah satu prevalensi kanker tertinggi di Indonesia. Selain kanker paru-paru, kolorektal, prostat, dan perut. Diperkirakan terdapat sekitar 2,1 juta diagnosa kanker payudara pada 2018. Kanker payudara menjadi momok bagi perempuan.

Namun, momok itu bisa dihindari bila saja kita lebih peka terhadap reaksi-reaksi yang timbul pada tubuh. Misalnya, saat payudara terasa nyeri dan terdapat benjolan, apa yang harus dilakukan?

Mengutip lansiran popbela, jika Anda mengalami hal-hal seperti itu, misalnya payudara terasa nyeri. Jangan buru-buru panik. Ada beberapa penyebab yang membuat payudara terasa nyeri, yaitu karena stres, sedang dalam masa menstruasi, terjadinya infeksi di payudara, terjadi kesalahan saat olahraga, dan adanya tumor di bagian payudara.

Dijelaskan bahwa dalam kondisi stres hormon seseorang menjadi tidak seimbang. Hal ini bisa berakibat timbulnya rasa nyeri pada payudara. Kondisi yang sama juga terjadi saat seorang perempuan dalam keadaan menstruasi.

Faktor hormonal menyebabkan payudara menjadi bengkak dan sakit yang berdampak pada rasa nyeri. Umumnya perempuan mengalami pembengkakan payudara beberapa hari sebelum menstruasi. Kondisi ini akan berangsur normal saat menstruasi terjadi.

Rasa nyeri yang timbul pada payudara bisa terjadi karena infeksi. Walaupun umumnya terjadi pada perempuan yang sedang menyusui, tetapi yang belum pernah menyusui juga bisa saja mengalaminya. Biasanya ditandai dengan memerahnya area sekitar puting. Bila kondisinya mengkhawatirkan, dianjurkan untuk periksa ke dokter.

Olahraga juga bisa jadi penyebab kenapa perempuan merasakan nyeri di bagian payudara. Selain penggunaan bra yang salah, gerakan-gerakan yang kurang tepat juga bisa membuat otot di sekitar payudara ‘terkilir’ sehingga menyebabkan rasa sakit. 

Terakhir, karena tumor berupa benjolan kecil yang berisi cairan sebenarnya cukup sering terjadi pada perempuan. Benjolan ini menjadi berbahaya bila mulai menimbulkan rasa nyeri dan membuat tidak nyaman. Karena itu, selalu lakukan ‘sadari’, yaitu gerakan periksa sendiri untuk memeriksa kondisi payudara. Bila menemukan benjolan dan perubahan tak lazim lainnya, segera hubungi dokter.[]

KOMENTAR FACEBOOK