Sikundo dan Akhir Riwayat Jembatan Ayun

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Desa atau Gampong Sikundo, Pante Ceureumen, Aceh Barat terletak sekitar 20 kilometer dari pusat Kecamatan Pante Ceureumen, atau sekitar 80 kilometer dari pusat kota Meulaboh, Aceh Barat.

Desa Sikundo yang dihuni 138 jiwa, atau 39 Kepala Keluarga ini dahulunya adalah kawasan hutan yang sebelumnya di kuasai oleh perusahaan HPH (Hak Pengusahaan Hutan) PT Raja Garuda Mas Lestari (disingkat RGM).

Untuk menuju Desa Sikundo harus melewati Krueng Meureubo. “Nyo jameun, tawo u gampong na 5 jembatan ayon (jembatan tali),” kata Geuchiek M Jauhari kepada aceHTrend, Kamis (7/2) malam.

Dikisahkan, dengan Dana Desa warga menyepati untuk memindahkan arus sungai. “Ta peuteupat arus krueng. Dimulai 2015 dan sekarang tinggal satu lagi jembatan ayun yang kemudian dibangun jembatan gantung semasa Bupati H Tito.

Jembatan gantung inilah yang sudah menghubungkan Desa Sikundo dengan desa tetangga. “Kajeut wo ngoen honda,” sebutnya.

M Jauhari menambahkan, memang ada satu lagi jembatan ayun (tali), tapi jembatan tali ini menghubungkan antara Dusun Durian dan Dusun Sara Sare yang jaraknya dengan jembatan gantung sekitar 1 kilometer.

Mantan Camat yang bertugas hingga awal 2018, Maimun menjelaskan di Dusun Sara Sare ada dua rumah dan satu sekolah yang sudah tidak digunakan lagi karena tidak ada murid.

Ditambahkan, jembatan ayun yang terletak dibawah jembatan gantung juga masih ada. “Goh teupinah loem cit, lam padum uroe nyoe baro ta bongkar,” katanya.

KOMENTAR FACEBOOK