Hafsah Ubit Meninggal Dunia, Dinsos Abdya Pastikan Anaknya Terima Santunan Sosial

Almarhumah Hafsah Ubit semasa hidupnya terbaring lemah di rumah adiknya di Gampong Ie Mameh, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Abdya. @aceHTrend/Masrian Mizani.

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Siti Nurhalizah tak bisa membendung isak tangisnya. Gadis 15 tahun itu merupakan putri bungsu Hafsah Ubit (41), penderita tumor usus dan penyakit ginjal. Telah berpulang menghadap Sang Khalik pada Kamis malam (7/2/2019).

Kepergian ibunya membuat gadis itu sangat terpukul. Begitu juga dengan Alfi Zurrahman dan Sari Jamaliah, dua kakak Siti yang juga tak kuasa menahan tangis. Mereka berdiri lemah di samping jasad ibunya sebelum proses fardu kifayah oleh warga Gampong Ie Mameh, Kecamtan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Barat Daya, Ikhwansah, yang didampingi Camat Kuala Batee, Khairuman, yang ikut melayat ke rumah duka mengatakan, kabar duka tersebut diterima pihaknya dari Geuchik gampong Ie Mameh.

Sebelumnya pihak Dinsos Abdya sudah berkoordinasi dengan perangkat gampong untuk meminta didampingi ke rumah almarhumah untuk melihat langsung keadaan yang bersangkutan guna dilakukan upaya-upaya terkait kesehatan almarhumah Hafsah Ubit.

“Namun Allah sudah berkehendak, beliau sudah duluan dipanggil menghadap-Nya. Insya Allah ke depannya kita akan upayakan penyaluran santunan-santunan untuk anak-anak beliau, terutama bagi dua orang anak beliau yang masih menempuh pendidikan di SMP,” ungkap Ikhwansah kepada aceHTrend, Jumat (8/2/2019).

Cobaan yang menimpa ketiga putri almarhumah sebenarnya sudah dirasakan belasan tahun lalu. Sebab sang ayah, Ramli (47) juga mengidap gangguan kejiwaan akibat konflik Aceh. Sekarang, Ramli sendiri tidak lagi bersama dengan tiga buah hatinya, dirinya hingga kini masih menetap di Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan.

Setelah sang suami mengalami gangguan jiwa, almarhumah terpaksa menjadi ibu dan ayah bagi ketiga putrinya sebelum ia menderita penyakit tumor usus dan penyakit ginjal.

Sejak itu pula almarhumah beserta dengan tiga putrinya dirawat oleh saudara-saudaranya di rumah ibu kandung almarhumah dengan kondisi rumah sangat memprihatinkan.

“Ayah mereka kan sudah lama tidak bersama mereka akibat gangguan kejiwaan, maka mereka juga layak mendapatkan santunan-santunan yatim. Sebab meskipun Pak Ramli masih hidup, tapi tidak bisa lagi menafkahi ketiga putrinya. Intinya kita akan melakukan upaya-upaya santunan itu kepada mereka,” ujar Ikhwansyah.

Informasi yang didapatkan aceHTrend saat melayat ke rumah duka, ketiga putri yang bersangkutan merupakan anak-anak berprestasi. Mereka sering mendapatkan juara saat mengikuti lomba pidato, puisi, dan cerdas cermat.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK