Resahkan Warga, Polisi Ciduk Pelaku Penambangan Galian C Ilegal di Juli

ACEHTREND.COM,Bireuen- Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bireuen yang dipimpin Iptu Eko Rendi Oktama, S.H., Kamis (7/2/2019) menangkap tiga orang warga Juli Keude Dua, dan seorang warga Meunasah Teungoh, Kecamatan Juli, yang merupakan pelaku penambangan galian C tak berizin di Juli Geulumpang Meujimjim, km 4, Kecamatan Juli.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Rendi mengatakan, penangkapan terhadap keempat terduga tersebut setelah pihak penegak hukum mendapatkan laporan dari masyarakat tempatan tentang penambangan galian C yang diduga tidak memiliki izin.

“Mereka berempat diamankan petugas pada pukul 18.00 WIB, karena melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Rendi mengatakan ketiga orang yang diamankan adalah ES alias ET (45) yang merupakan pemilik usaha galian C tersebut. Kemudian polisi juga mengamankan operator eskavator, S bin M S (49), koordinator lapangan, M A bin Nurdin (29) serta asisten operator escavator, H bin I (23) warga Juli Meunasah Teungoh.

Polisi turut mengamankan satu unit escavator Hitachi-EX200 warna orange dan sebuah buku catatan.

Satu unit escavator yang diamankan oleh polisi di lokasi galian C ilegal di Juli Geulumpang Meujimjim, Juli, Bireuen. (Ist)

“Awalnya informasi dari warga, kemudian kami bergerak ke TKP dan menemui ES sebagai pemilik galian C. Di sana ES tidak bisa menunjukkan surat izin operasional yang sah,” terang Rendi.

Dalam keterangannya, Rendi juga mengatakan status ES sudah dinaikkan menjadi tersangka dan kini sudah ditahan di Mapolres Bireuen.

Hasil peelusuran aceHTrend, kegiatan penambangan C di Geulumpang Meujimjim, sudah lama dikeluhkan warga. Hal ini disebabkan oleh debu yang menganggu pernafasan, serta lumpur di musim hujan.


KOMENTAR FACEBOOK