Bingkisan Warna-warni Meriahkan Kenduri Maulid di Gampong Alur Seumerah

ACEHTREND.COM, Tapaktuan – Lain lubuk lain pula ikannya. Begitulah pepatah lama yang bisa digunakan untuk menganalogikan kenduri maulid di suatu daerah. Penyajiannya yang berbeda-beda menjadikan tradisi ini semakin unik dan mengesankan.

Bila di daerah Aceh Besar makanan kenduri maulid disajikan di dalam talam, lainnya halnya di daerah pesisir Aceh Selatan makanan tersebut disajikan dalam bingkisan warna-warni. Sepintas bentuknya mirip parcel lebaran.

AceHTrend sempat menghadiri kenduri maulid yang ada di Gampong Alur Seumerah, Kecamatan Samadua, Aceh Selatan, Minggu (10/2/2019).

Puluhan bingkisan yang berisi makanan dan buah-buahan berjajar rapi di depan rumah warga. Bingkisan tersebut kemudian diangkut menggunakan mobil untuk diantar ke Masjid Jamik Lasdi di gampong tersebut.

Menurut Kepala Dusun Bahagia Gampong Alur Seumerah, Martunis, perayaan maulid semacam ini sudah berlangsung selama tiga tahun. “Setiap rumah akan dibantu untuk penyediaan bahan maulid dari pimpinan gampong sehingga semua warga bisa berpartisipasi membuat bingkisan maulid,” ujar Martunis yang dijumpai aceHTrend di Musala Alur Seumerah.

Masyarakat yang terdiri atas empat gampong, yaitu Alur Seumerah, Ladang, Madat, dan Subarang menyediakan bingkisan maulid yang dibawa ke Masjid Lasdi. Sedangkan tamu undangannya berasal dari empat gampong tetangganya, yaitu Gampong Dalam, Kota Baro, Tengah Hulu, dan Gunung Ketek.

“Sebelumnya gampong mereka sudah mengundang kami di Masjid Al-Munawarah Kota Baro Panton Luas. Kini saatnya kami membalas mereka dengan hidangan dalam bingkisan ini,” kata Martunis.

Bingkisan yang berisi makanan dan buah-buahan lengkap dengan tempatnya berupa plastik akan dibawa pulang oleh tamu undangan. Namun, sebelum makanan tersebut dicicipi dan dibawa pulang oleh undangan, terdapat serangkaian kegiatan yang harus diikuti seperti zikir geleng, rateb seribe, dan dakwah islami yang disampaikan oleh penceramah.

Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan maulid ini. Meskipun setiap kepala keluarga (KK) hanya dibantu ala kadarnya, tapi bagi masyarakat yang ekonominya lebih mereka membuat bingkisan sampai empat buah per-KK.

“Inilah cara kami untuk mengenang perjuangan Rasulullah dalam menyampaikan agama Islam. Dengan adanya acara maulid ini kita harapkan masyarakat akan lebih paham dan mengenal sosok Rasulullah sehingga bisa meneladani akhlaknya,” Sambung Martunis.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK