Putri Terbaik Aceh Lulus Cumlaude di UGM

Putri Aceh Raudhah Hayatillah lulus dengan predikat cumlaude di Pascasarjana Fakultas Biologi Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Alumnus FKIP Biologi Unsyiah ini mendapat kesempatan melanjutkan program S-2 melalui beasiswa LPDP di Universitas Gajah Mada pada 2017 dan tamat pada Januari 2019.

Gadis asal Aceh Barat Daya ini menamatkan program magisternya dalam kurun waktu satu tahun sebelas bulan. Tergolong mahasiswa luar biasa yang cepat dan tepat waktu dalam menyelesaikan kuliahnya.

Selama perjalanan kuliah dia tidak pernah meninggalkan kelas dan selalu mengerjakan tugas-tugasnya. Setiap malam tidak lepas memberikan kabar kepada orang tuanya di kampung, meminta doa supaya dimudahkan dalam urusannya.

Pada Sabtu, 9 Februari 2019, Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Aceh-Yogyakarta (Himpasay) mengadakan sharing session dengan tema “Exclusive with Fresh Alumni of Himpasay from Vary University in Yogyakarta” di Bale Gadeng.t

Raudhah Hayatillah diundang sebagai pemateri dalam acara tersebut. Banyak hal yang disampaikan terkait pengalaman akademik, tapi dalam sesi ini Raudha memaparkan tentang judul tesisnya, yaitu Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Jambu Mete (Anacardium occidentale L) Pada Model Sel Vero.

Raudhah mengangkat judul ini karena kegelisahannya terhadap polusi udara mengakibatkan makanan yang tidak sehat, pengawet, dan micin memicu terjadinya stres oksidatif pada tubuh yang berdampak pada munculnya berbagai macam penyakit, seperti kanker dan penyakit yang menyerang sistem imun, sehingga dilakukan pemanfaatan ekstrak kulit buah jambu mete/jambu monyet/jambe hana male sebagai antioksidan pada model sel vero

Dari pemaparan di atas Raudhah menyimpulkan temuan risetnya ekstrak kulit buah jambu mete berfungsi sebagai antioksidan, sehingga dapat mengurangi stres oksidatif.

Di akhir kesimpulan ia merekomendasikan perlunya pengembangan lebih lanjut, uji ekstrak kulit buah jambu mete terhadap hewan mamalia, sehingga bisa dijadikan sebagai sumber obat-obatan dan dipasarkan di dunia industri.

Selain itu, diharapkan juga banyak penelitian-penelitian terkait lainnya tentang tumbuhan yang berfungsi sebagai obat (yang diuji secara ilmiah). Mengingat Aceh kaya akan tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam. Ini dibutuhkan perhatian dan dukungan dari pemerintah untuk pengembangan risetnya menjadi sebuah temuan baru dari anak daerah.

Setelah menerima gelar Master of Science Biology Universitas Gajah Mada, sekarang Raudhah sedang menulis jurnal penelitiannya dan di-upgrade ke jurnal international Sinta II.

Alumnus Unsyiah ini sangat aktif dan pandai dalam mencari kesempatan dan sabar dalam segala tindakannya. Ada hal menarik dalam pemaparannya, dirinya pernah gagal berkali-kali dalam penelitian tugas akhir tesisnya, tapi Raudhah tidak putus asa serta menjadikan kegagalan tersebut tempat bertumpu dalam mengubah kegagalan menjadi berbuah manis.

Di akhir sharing session ia mengatakan ingin berkarier di Aceh dan kembali membangun relasi dengan Unsyiah untuk mentransformasi ilmu-ilmunya melalui dunia akademik.

Dalam closing statment Raudhah mengatakan “Jangan lari dari kegagalan sebab di balik kegagalan ada keberhasilan”.[]

Ditulis oleh Heri Maulizal

KOMENTAR FACEBOOK