Dewan Minta Pemkab Aceh Selatan Tunda Instruksi Merumahkan Honorer

Ilustrasi

ACEHTREND.COM, Tapaktuan – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan dari Partai PDI Perjuangan, Alja Yusnadi, meminta pemerintah daerah agar menunda pemberhentian tenaga honorer di lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Aceh Selatan.

Permintaan itu disampaikan Alja saat rapat lanjutan dengan Pemkab Aceh Selatan di Ruang Musyawarah Gedung DPRK, Tapaktuan, Senin (11/2/2019).

“Kita selaku DPRK meminta agar pemda untuk menunda pemberhentian mendadak tenaga honorer. Kita minta bupati memberi waktu kepada kepala SKPK untuk mengevaluasi kinerja tenaga honorer di masing-masing instansi mereka,” tutur Alja.

Menurut Alja, kepala SKPK seharusnya melakukan perhitungan beban kerja dan berapa kebutuhan ril tenaga honorer di masing-masing kantor. Kemudian baru mengambil sebuah tindakan.

“Kita juga meminta agar tenaga pendidikan dan kesehatan tetap diterima. Tinggal formulanya saja yang harus diatur. Kalau tidak, kasihan adik-adik itu. Lagi pula, pada saat pembahasan APBK 2019, tidak ada pembicaraan mengenai pemberhentian tenaga honorer ini,” ujar Alja.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dalam Surat Bupati Nomor: 800/53/2019 tertanggal 22 Januari 2019, Bupati Aceh Selatan Azwir mengeluarkan instruksi kepada seluruh kepala SKPK, kabag di Setdakab, camat, kepala UPTD, kepala SMP, SD, dan TK di lingkungan Pemkab Aceh Selatan agar masing-masing kepala instansi merumahkan seluruh tenaga honorer yang ada.

Alasan penghentian tenaga honorer tersebut dalam rangka efisiensi anggaran.

Namun, jika nantinya dibutuhkan kembali, maka tenaga honorer yang telah dirumahkan bisa dipanggil kembali bila tersedi anggaran.

“Bagi kepala unit kerja dapat memanggil kembali tenaga kontrak/honorer yang memiliki loyalitas, kompetensi, disiplin, berkinerja baik, dan dianggap dapat membantu kelancaran tugas kedinasan untuk dapat bekerja kembali pada masing-masing unit kerja selama masih didukung ketersedian anggaran,” begitu salah satu bunyi instruksi tersebut.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK