Tidak Terkait KDRT,Perceraian PNS di Abdya Meningkat

ACEHTREND.COM,Blangpidie-Kasus Perceraian Aparatur Sipil Negara (ASN) di di Abdya Meningkat pada tahun 2018. Pun demikian kasusnya tidak mencapai 10 pasangan.

Data Badan Kepegawaian dan Pegembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Abdya menyebutkan pada tahun 2017 sebanyak tiga kasus pasangan PNS yang melakukan perceraian. Sementara tahun 2018 meningkat menjadi lima kasus. Dalam kasus tersebut, gugatan perceraian lebih banyak diajukan dari pihak wanita daripada pihak laki-laki.

Kabid Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Rahmad Sumedi mengatakan, dari lima kasus gugatan perceraian, hanya satu pasangan suami istri yang ditolak oleh pihak BKPSDM Abdya.

”Dari lima pasangan yang melakukan gugatan perceraian itu, hanya empat yang kita berikan rekomendasinya, kalau pasangan yang satunya lagi akan kita rujuk kembali,” ungkap Rahmad, Senin (11/2/2019).

Rahmad menyebutkan, penyebab tidak diberikan rekomensi terhadap pasutri yang satu lagi itu dikarenakan pada saat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tidak memenuhi syarat.

“Kalau melakukan perceraian itu harus memenuhi syarat, misalnya kalau perempuan, mungkin suamiya pemabuk, berzina,” jelasnya.

Ia mengatakan, apabila pasangan suami istri ASN yang melakukan perceraian tanpa memenuhi syarat, maka tidak boleh diberikan rekomendasi perceraian. Sebab, itu semua diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) yang menyebutkan dibenarkan untuk tidak diberikan rekomendasi perceraian.

Bagi ASN yang melakukan gugatan perceraian sesuai aturan, harus mendapatkan rekomendasi dari pihak BKPSDM terlebih dahulu, sebelum ke  Mahkamah Syariah.

“Kita tidak menginginkan adanya perceraian, maka kita selalu berusaha untuk merukunkan pasangan yang ingin pisah untuk rujuk kembali, tidak langsung kita buat rekomendasi perceraiannya,” sebutnya.

Dalam lima kasus tersebut, lanjutnya, pihaknya belum menemukan adanya kasus perceraian pasutri ASN di Abdya karena faktor Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Selama ini tidak ada, kalau misalkan ada, maka kita tetap meminta buktinya,” tutur Rahmad.

Editor: Muhajir Juli

KOMENTAR FACEBOOK